Categories: Pekanbaru

Segera Tuntaskan Pembebasan Lahan Jalan Lingkar 70

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Komisi IV DPRD didampingi Dinas Pekerjaan Umum  Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan (kunlap) di kawasan pembangunan Jalan Lingkar 70, Kamis, (16/9). Dari giat ini disebutkan bahwa lahan yang dijadikan jalan lingkar 70 ini urung selesai oleh Pemko Pekanbaru.

Dari kunlap  komisi yang membidangi masalah infrastruktur ini, didapati masih banyak kendala yang menghambat proses pembangunannya.  Hal yang paling menjadi sorotan adalah mengenai status pembebasan lahan yang belum sepenuhnya dapat dikelola oleh Pemko.

"Masih ada sekitar 1,3 Km lagi belum selesai. Alasannya karena kondisi Covid-19, BPN belum bisa bekerja maksimal," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekan­baru, Sigit Yuwono ST usai sidak kepada wartawan.

Politisi Demokrat ini berharap supaya, persoalan pembebasan lahan bisa digesa penyelesaiannya. Ia juga menegaskan, kondisi pandemi Covid-19 ini diminta jangan dijadikan alasan oleh BPN dalam melakukan progres pekerjaan proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut.

"Kalau bisa diselesaikan paling lambat akhir tahun 2020, kita lihat progres pekerjaan ini baru selesai 56-60 persen masih jauh dari harapan," ungkapnya tegas.

Dia juga menyampaikan, seandainya proses pembebasan lahan tidak selesai hingga akhir tahun, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah addendum.

Dijelaskan Sigit juga, dalam kunlap tersebut, PUPR mengatakan bahwa dalam pekerjaan ini pihaknya masih menunggu status pembebasan lahan. Sebab, pekerjaan infrastruktur ini saling keterkaitan. Dalam pembangunan ini, kita juga minta pemerintah menjelaskan ke masyarakat jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan.

"Karena proses konsolidasi tanah (KT) ini untuk kepentingan pembangunan Jalan Lingkar 70 di Kecamatan Tenayan Raya," paparnya.

Anggota Komisi IV, Ruslan Tarigan juga  mengatakan, pembebasan lahan ini dapat diselesaikan sebelum masa habis kontrak. Sebab jalan ini sangat menentukan roda perekonomian masyarakat.

"Pembangunan jalan penghubung itu jika selesai sangat membantu mengurai kemacetan. Dampak ekonomi masyarakat juga meningkat terutama dari sisi peningkatan PAD Pekanbaru," tutupnya.(yls)

Laporan : Agustiar (Pekanbaru)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kejari Pekanbaru Segera Gelar Perkara Kasus SPPD Fiktif, Ini yang Masih Ditunggu

Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…

8 jam ago

101 Koperasi Merah Putih di Meranti Sudah Dibentuk, Tapi Belum Satu Pun Beroperasi

Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…

8 jam ago

Menang Dua Gim, Jonatan Christie Ungkap Tantangan di Laga Perdana Kejuaraan Dunia

Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…

8 jam ago

Tak Sekadar Sponsorship, Ini Dukungan RAPP untuk Pacu Jalur Nasional 2026

RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…

9 jam ago

Jalan Teratai Pekanbaru Dibedah, Drainase Tersumbat Ikut Diperbaiki hingga Akhir Tahun

Pemko Pekanbaru memperbaiki Jalan Teratai sepanjang 783 meter sekaligus membenahi drainase tersumbat untuk mengurangi genangan…

9 jam ago

Unri Kenalkan Smart Posyandu di Kampar, Pencatatan Kesehatan Ibu dan Balita Kini Lebih Digital

Unri mengenalkan Smart Posyandu kepada 35 kader dari 18 posyandu di Pandau Jaya untuk mendukung…

9 jam ago