Categories: Pekanbaru

Peduli Terdampak Covid-19, Perti Riau Salurkan Sembako

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum kunjung usai. Masyarakat pun semakin terdampak karena lesunya perekonomian. Bantuan sosial menjadi harapan masyarakat, baik dari pemerintah, swasta, maupun lembaga lain.

Pada Sabtu (16/5) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Provinsi Riau membagikan paket sembako kepada masyarakat yang berhak menerima. Berlokasi di Jalan Amal, RT 03 RW 028, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, penyerahan secara simbolis pun dilakukan. Sebelum nantinya disebarkan ke kecamatan lain.

“Ada 70 paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat seperti di Tampan, Rumbai, Marpoyan Damai, dan Kulim. Di sini kita serahkan secara simbolis. Nantinya ada panitia yang membagikan secara door to door,” sebut Pengurus Perti Provinsi Riau Prof Dr Alaidin Koto saat sambutan.

Menurutnya, sesuai dengan pandemi Covid-19, ikut berempati meringankan beban. Bersama-sama merasakan sesuai dengan ‘ringan sama dijinjing, berat sama dijinjing’. Tidak melihat banyaknya, namun keberkahan. Adapun isi paket sembako itu beras 5 kg, minyak 2 liter, teh, susu, mie instan, dan gula.

Selanjutnya Ketua RW 028 Zulhaimi SAg, atas nama masyarakat, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang telah memantau dan meninjau warga yang membutuhkan. Hal seperti ini bermanfaat bagi penerima.

Ketua Tim Covid-19 Tarbiyah, Marjohan Hasimu menambahkan, sumber bansos dari pengurus Perti Riau dan simpatisan (buya dan umi). Harus punya peran dari yang terdekat terlebih dahulu selanjutnya mengalir begitu saja.

“Sebanyak 70 paket sembako diserahkan kepada warga. Tahap II  masih direncanakan karena belum tau kapan, apakah mau lebaran ataupun kapan. Untuk daerah Tampan 30 paket, Rumbai 20 paket, selebihnya di Marpoyan Damai dan Kulim,” ucapnya.

Menurut warga RT 03 RW 028, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Yusrizal, bantuan sembako yang diberikan Perti Riau sangat bermanfaat. Sebab semenjak covid-19, sebagai pekerja pemotong  rumput mengalami dampaknya. “Sejak covid-19 jarang yang melakukan potong rumput karena takut dengan orang luar. Padahal sebelum corona pun dalam seharinya belum tentu ada yang pesan. Upah tergantung halaman, biasanya dikasih Rp75 ribu, ada juga Rp100 ribu,” sebutnya. (s)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago