Categories: Pekanbaru

Meski Berstatus Tersangka, Muhammad Ditunjuk Menjadi Plt Bupati Bengkalis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian resmi menunjuk Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H Muhammad sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkalis. Penunjukan tersebut dituangkan dalam surat yang dikirimkan Mendagri kepada Gubernur Riau H Syamsuar dengan Nomor 131.14/1408/SJ tertanggal 14 Februari 2020.

Sebenarnya, status hukum Muhammad sendiri saat ini sudah sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan oleh Polda Riau dalam kasus PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau tahun 2013. Saat pelaksanaan proyek pipa sekitar Rp3,4 miliar itu, Muhammad menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau. Kasus ditangani Ditreskrimsus Polda Riau. Sebelumnya sudah ada tiga orang divonis dalam kasus ini di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Namun status itu tak menghalangi penunjukkan itu karena belum ada putusan hukum tetap atas Muhammad di pengadilan.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Riau, Sudarman ketika dikonfirmasi perihal adanya surat penunjukan tersebut membenarkannya. Namun pihaknya belum menerima secara fisik surat tersebut.

"Itu benar Mendagri sudah menunjuk Wabup Bengkalis sebagai Plt Bupati Bengkalis. Tetapi fisik suratnya belum kami terima, mungkin sore ini, (kemarin,red)," kata Sudarman, Sabtu (15/2).

Dalam surat tersebut, tepatnya di poin ketiga, Mendagri menyebutkan bahwa untuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Bengkalis, memerintahkan agar Gubernur Riau H Syamsuar memerintahkan H Muhammad ST melaksanakan tugas dan wewe­nangnya selaku Plt Bupati Bengkalis. Hal ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Mendagri meminta gubernur untuk melakukan monitoring terhadap kasus dugaan korupsi yang disangkakan kepada Bupati Bengkalis H Amril Mukminin yang saat ini ditangani dan ditahan oleh KPK. Gubri ju­ga diminta untuk melaporkan perkembangannya kepada Mendagri. 

"Berlakunya status Plt Bupati Bengkalis itu, sejak tanggal ditetapkan oleh Mendagri," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan ditahannya Bupati Bengkalis Amril Mukminin oleh KPK, maka yang bersangkutan sudah dianggap berhalangan dan tidak bisa menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bengkalis. Dan bupati tidak lagi berhak menjalankan organisasi pemerintahan selama masih dalam tahanan, sampai keluarnya keputusan inkrah.

"Selama bupati berhalangan tugas dan kewenangan diserahkan ke Plt bupati, dalam hal ini wakil bupatinya masih aktif. Kalau ada keputusan inkrah barulah bupati diberhentikan dan wakil bupati dilantik menjadi bupati," jelas Sudarman.

Laporan: Soleh Saputra
Editor: Hary B Koriun

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

14 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

15 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

17 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

19 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

19 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

19 jam ago