Categories: Pekanbaru

Sekolah Dilarang Tambah Jam Pelajaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Selama penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berlangsung di seluruh sekolah di Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi meminta kepada pihak sekolah untuk tetap mengikuti arahan yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Tidak dibenarkan untuk menambah jam belajar siswa di sekolah tanpa persetujuan pemerintah, Rabu (15/12).

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya klaster Covid-19 di kawasan sekolah, seperti yang belum lama ini terjadi. Menurut Ayat, tak hanya jam pelajaran saja yang harus diikuti oleh seluruh pihak sekolah, melainkan juga terkait penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Seluruh sekolah harus mengikuti aturan yang telah berlaku dan tidak mengabaikannya.

"Semua sekolah harus ikuti aturan. Jangan sampai menggelar PTM secara melebihi jam belajar, dan tetap ikuti prokes sesuai aturan," ucap dia.

Dikatakan orang nomor dua di Kota Bertuah ini. Pembelajaran Tatap Muka terbatas saat ini hanya berlangsung selama dua kali dalam satu pekan bagi satu anak.

Di mana, setiap sekolah mestinya mengetahui dan dapat mengikuti regulasi yang ada, karena, rangkaian PTM berlangsung sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

"SKB empat menteri ini sudah di tanda tangani oleh Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan. Jadi tak ada alasan bagi sekolah tidak mengikutinya," tambah Ayat.

Dirinya juga sudah mengingatkan Disdik Kota Pekanbaru agar memperkuat satgas di dinas dan sekolah, serta meminta masyarakat, khususnya orang tua siswa untuk proaktif dalam menginformasikan kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru jika pihak sekolah terbukti tidak menjalankan peraturan yang telah ditentukan.

"Semua pihak harus berperan dalam mengatasi ini. Jangan sampai karena kita semua abai jadinya terjadi klaster baru dan dapat membahayakan kesehatan peserta didik. Makanya kami meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan pihak sekolah harus membantu dalam mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah, agar tidak kembali lagi klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah," tegasnya.(lim)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

15 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago