Categories: Pekanbaru

Penumpang Dalam Provinsi Tak Perlu Surat Sehat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak 12 Juli lalu penumpang kapal di Pelabuhan Sungai Duku tak perlu lagi menyertakan surat keterangan sehat. Hal ini sesuai Pergub No 38 di mana salah satu di dalamnya mengatur bahwa penumpang jalur laut dalam provinsi tidak perlu menggunakan kartu sehat dari dokter.

"Aturan itu baru kami terapkan. Baru diterapkannya aturan karena sudah ada pertemuan dan kami telah memberi tahu kepada pihak kapal agar memberitahukan kepada penumpang bahwa tidak perlu lagi memakai surat sehat selama masih dalam satu provinsi," ungkap Kepala KSOP Kelas III Marlen Manurung melalui Petugas Syahbandar Pelabuhan Sungai Duku Fiktori, kemarin.

Kendati demikian, untuk penumpang jalur laut jika keluar Provinsi Riau, maka harus memakai surat keterangan sehat dokter. Bahkan tidak menutup kemungkinan surat bebas Covid-19.

"Kalau untuk perjalanan luar provinsi masih pakai kartu sehat. Namun, untuk dalam provinsi cukup menunjukkan KTP, tiket, kartu kuning dari KKP," urainya.

Pihaknya pun tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, tetap memakai masker, cuci tangan dan hand sanitizer pun tetap harus diterapkan oleh penumpang maupun pihak kapal. Begitu juga di dalam kapal harus ada jaga jarak.

"Kami tetap terapkan protokol kesehatan. Hal itu untuk mengantisipasi jika suatu hari nanti ada diminta data dari pusat," ulasnya.

Berlayar Setiap Hari
Sementara itu, saat ini di Pelabuhan Sungai Duku semakin banyak kapal yang sudah mulai beropetasi. Jika awal new normal, masyarakat hanya dapat mengakses jalur laut di Pelabuhan Sungai Duku, dua kali dalam sepekan melalui Kapal Jelatik. Kini aktivitas pelayasan sudah berlangsung setiap hari.

Dijelaskan Kepala KSOP Kelas III Marlen Manurung melalui petugas Syahbandar Pelabuhan Sungai Duku Fiktori, sudah ada dua kapal lain yang beroperasi yaitu kapal Nagaline dan kapal Meranti Ekpress.

"Untuk Nagaline sudah beroperasi sejak 8 Juli. Sedangkan Kapal Meranti Ekpress sudah beroperasi hari ini (kemarin, red)," jelasnya, Rabu (15/7).

Dengan telah beroperasi nya kapal tersebut, masyarakat dapat melakukan perjalanan setiap hari. Namun begitu, kapal Nagaline dan Meranti bertukar atau memakai shift.

"Jika hari ini yang beroperasi Meranti maka besok yang beroperasi Nagaline. Sementara Jelatik masih dua kali dalam sepekan," urainya.

Untuk penumpang Jelatik, saat keberangkatan membawa 55 penumpang dewasa. Tidak ada anak-anak, katanya.

Kemudian, saat kedatangan penumpang pada sore harinya membawa 53 penumpang dewasa sedangkan anak-anak sebanyak 12 penumpang.(sof)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

15 jam ago

Pemkab Inhil Usulkan Revitalisasi 157 Sekolah, Dari PAUD hingga SMP

Pemkab Inhil mengusulkan revitalisasi 157 sekolah pada 2026 guna memperbaiki bangunan rusak dan meningkatkan kualitas…

16 jam ago

59 CPNS Rohul Formasi 2024–2025 Resmi Terima SK PNS

Sebanyak 59 CPNS formasi 2024–2025 di Pemkab Rohul resmi menerima SK dan diangkat sebagai PNS…

17 jam ago

Lebih 5 Tahun Tak Diaspal, Jalan ke Pelabuhan Internasional Selatbaru Memprihatinkan

Jalan menuju Pelabuhan Internasional Selatbaru Bengkalis rusak parah dan dikeluhkan warga. Pemkab memastikan perbaikan dilakukan…

17 jam ago

ASN dan PPPK Inhu Tersangkut Narkoba, Sanksi Berat Menanti

Lima ASN Inhu diduga terlibat narkoba. Tiga orang diproses hingga pengadilan, sementara dua lainnya dikembalikan…

19 jam ago

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal di Kuansing, Pengepul Ditangkap

Polda Riau mengungkap penampungan emas ilegal hasil PETI di Kuansing. Polisi menangkap pengepul dan menyita…

20 jam ago