Categories: Pekanbaru

Banjir, Akses Warga Terhambat

(RIAUPOS.CO) — Hujan lebat yang mengguyur Kota Pekanbaru, Senin (15/7) dini hari membuat beberapa wilayah kebanjiran. Salah satunya Perumahan Rumbai Green House Tiga, Jalan Mangkubumi dekat Jalan Yosudarso, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai.
Banjir menggenangi jalan-jalan yang merupakan akses warga keluar dan masuk perumahan. Warga kesulitan melintasi banjir yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
“Tadi dapat laporan dari warga. Makanya, langsung cek ke lokasi,” ucap Lurah Umban Sari Asparida saat meninjau lokasi banjir.
Maka dari itu, ia mengingatkan masyarakat untuk selalu bergotong royong membersihkan parit yang ada disekitar lokasi. Agar banjir bisa diminimalisir.
“Agar rajin gotong-royong. Diusahakan kalau bisa bawa alat berat ke sini. Jika tidak bisa, gotong-royong bersama warga. Susah juga akses warga keluar, kalau sudah banjir,” jelasnya.
Dilanjutkannya, agar musibah ini tidak terus menerus terjadi. Pihaknya akan membantu mencarikan solusi agar masalah banjir bisa segera teratasi. “Kalau warga ajak gotong-royong, saya pasti turun, ikut bantu,” sambungnya.
Sri salah seorang warga Rumbai Green House Tiga mengatakan warga kesulitan melintas jika hujan melanda. Sebab, tinggi air bisa mencapai dengkul (lutut) orang dewasa.
“Tinggi sampai sedengkul, motor sampai mogok. Ini baru surut. Kalau hujan lebat selalu seperti ini,” ungkapnya.
Sungai Sail MeluapHujan lebat kemarin juga menyebabkan air anak Sungai Sail meluap. Ada dua titik yang terendam banjir akibat dari luapan air sungai di Jalan Akasia I.
Pertama, Jalan Akasia I dekat jembatan. Ketinggian air yang merendam jalan sekitar  40 centimeter. Titik kedua di dekat persimpangan Jalan Lembah Raya. Ketinggian air sekitar 20 centimeter.
Beberapa kendaraan baik sepeda motor maupun mobil tetap menerjang arus air,  namun beberapa kendaraan lainnya terlihat putar arah. Seorang warga yang nekat melintas, Nadifa mengatakan, sebaiknya banjir di Pekanbaru benar-benar segera diatasi.
“Banjir ini masalah serius jangan dianggap sepele. Belum lagi kemarin ada yang menjadi korban jiwa karena banjir, maka pemerintah jangan hanya wacana saja terhadap banjir,” jelasnya.
Hal senada pun disampaikan pengendara lain, Latifah namanya. “Saya rasa pemerintah sudah tahu penyebab banjir selain sampah. Tata ruang tetap menjadi perhatian khusus, meski para karyawan baju kuning dan oranye tetap semangat bekerja di drainase dan segala bentuk terkait tata ruang, kiranya pemerintah harus memikirkan solusinya. Supaya tidak hanya wacana saja dan Pekanbaru tidak menjadi kota berkuahtapi Kota Bertuah,” ujarnya.(*1/*3/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

7 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

10 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

11 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

12 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

12 jam ago