Categories: Pekanbaru

Waspadai Penipuan Berbasis Online

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polda Riau melalui Subdit V Ditreskrimsus Polda Riau mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati penipuan berbasis online. Sebab, peningkatan ekonomi yang terjadi pasca Idulfitri, menjadikan pelaku penipuan semakin masif melakukan aksinya.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Fajri, Senin (15/4). Dikatakan Kompol Fajri, pascalibur Idulfitri pihaknya aktif melaksanakan patroli siber. Hal ini guna menekan dampak negatif dari media sosial. Seperti penipuan.

“Memang pascaidulfitri ini perekonomian masyarakat meningkat. Perputaran uang saat Idulfitri sangat tinggi. Pedagang yang omzetnya bisa berkali-kali lipat. Pegawai yang menerima THR. Nah kondisi ekonomi ini kerap dimanfaatkan para pelaku penipuan untuk melancarkan aksinya,” sebut Kompol Fajri.

Dia menambahkan, para penipu via online saat ini memiliki beberapa metode. Di antaranya scaming (pencurian data akun keuangan), metode pemenang undian, penerima hadiah dari bank dan berbagai modus serupa. Salah satu cara mengantisipasinya ialah dengan tidak menghiraukan berbagai telfon, pesan yang datang dari nomor tidak dikenal.

“Biasanya nanti akan ada yang mengirimkan link. Itu bisa jadi penipuan dengan metode scaming. Kemudian kalau yang via telfon biasanya dia berpura-pura meminta kita memperbarui aplikasi banking, atau meminta nomor OTP aplikasi banking, jangan pernah hiraukan,” sebutnya.

Selain memberikan imbauan, pihaknya terus memantau dunia maya dan menindak tegas para pelaku penyebaran hoaks. Fajri mengatakan hoaks dikhawatirkan dapat memicu polarisasi dan keresahan di tengah masyarakat.

“Kita selalu mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan video maupun berita-berita yang belum diyakini kebenarannya,” kata Fajri.

Patroli siber bertujuan untuk mencegah masyarakat menjadi korban dan pelaku kejahatan dunia maya. Fajri meminta agar masyarakat memerhatikan judul informasi yang didapat dari media sosial. Sebab, berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan dan provokatif.

“Bagi akun-akun yang terindikasi penipuan, kami akan langsung tindak. Bisa di take down, bahan di lakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku,” pungkas Fajri.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Antrean BBM Mengular di Bengkalis, Warga Rela Berjam-jam Demi Pertalite

Antrean panjang BBM terjadi di Bengkalis. Warga harus menunggu berjam-jam akibat stok terbatas dan tingginya…

21 jam ago

Proyek Tol Pekanbaru Dipacu, Wako Usul Nama Pendiri Kota untuk Pintu Tol

Wali Kota Pekanbaru tinjau progres tol dan usulkan nama pendiri kota untuk pintu tol. Proyek…

21 jam ago

RS Unri Terima Penghargaan dari Wali Kota, Siap Perkuat Layanan Darurat 112

RS Unri terima penghargaan dari Pemko Pekanbaru dan siap memperkuat layanan darurat melalui dukungan penuh…

21 jam ago

Tarif Parkir Rp15 Ribu, Jukir di Pekanbaru Langsung Dipecat!

Jukir di Pekanbaru diamankan setelah memungut tarif parkir Rp15 ribu. Dishub langsung memberi sanksi tegas…

22 jam ago

14 Ribu Siswa SMP di Pekanbaru Jalani TKA, Ini yang Perlu Diketahui

Lebih dari 14 ribu siswa SMP di Pekanbaru mulai mengikuti TKA. Ujian ini tidak menentukan…

22 jam ago

Kakek di Rohil Ditangkap, Diduga Cabuli Cucu Kandung

Kakek di Rohil ditangkap polisi, diduga cabuli cucu 14 tahun, kasus gegerkan masyarakat.

23 jam ago