Categories: Pekanbaru

Perjuangkan Alokasi 4,5 Persen DBH Migas

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kota Dumai memang bukan daerah penghasil (hulu) Migas di negara ini. Namun, Kota Dumai merupakan daerah pengolah (hilir) migas, akan tetapi sebagai daerah pengolah, Dumai belum pernah menerima manfaat dana bagi hasil migas dari pemerintah pusat.

"Sebagai daerah pengolah migas, Dumai sangat rentan dengan risiko ekonomi, risiko sosial termasuk juga risiko lingkungan. Tumpahan minyak, degradasi lingkungan, persoalan kesehatan, belum lagi polusi udara hingga suara menjadi resiko yang harus kita hadapi," sebut Wali Kota Dumai Zulkifli As, Sabtu (14/3) lalu.

Untuk itulah, dirinya bersama 10 kepala daerah lain seperti Kota Bontang, Kota Balikpapan, Prabumulih, Blora, Cilacap, Langkat, Sorong, Lhoksemawe, Palembang, dan Indramayu  melakukan pertemuan di Jakarta. Pasalnya semua daerah itu notabene sebagai daerah pengolah migas. Pertemuan itu guna untuk saling menguatkan, menyamakan visi dan menyusun rumusan, guna memperjuangkan dana bagi hasil migas. "Semoga ikhtiar bersama ini mendapat persetujuan pemerintah pusat, sehingga, tambahan alokasi dana bagi hasil migas ini dapat mengkatrol pendapatan Kota Dumai di masa yang akan datang," ujarnya.

Ia mengataka selama Indonesian merdeka, sampai pada hari ini, daerah pengolah migas nol rupiah dan nol persen. Sementara eksternalities negatif yang terjadi sangat besar pengaruhnya, seperti contoh yang terjadi dengan tumpahan minyak Pertamina," ujarnya.

"Saya sangat berharap pertemuan ini mampu melahirkan konsep-konsep yang akan menjadi kajian utama daerah pengolah migas dalam memperjuangkan penambahan pendapatan dari pengolahan migas tersebut," tuturnya

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya  meminta pembagian sebesar 4,5 persen kepada pemerintah pusat. Hasil ini diambil dari kajian akademis dan ahli dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Daerah pengolah minyak dan gas bumi (migas) dinilai memiliki kontribusi dan risiko yang tak kalah besarnya dibandingkan daerah penghasil. Atas dasar itu, kami meminta porsi 4,5 persen dari dana bagi hasil (DBH) sektor migas," tutupnya.(ifr)

 

Laporan: HASANAL BULKIAH

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua RT/RW Terpilih di 83 Kelurahan Pekanbaru Segera Dilantik, Ada Pembekalan Khusus

Pemko Pekanbaru menyiapkan pelantikan Ketua RT/RW terpilih di 83 kelurahan secara bertahap. Setelah dilantik, mereka…

16 jam ago

Air Meluap ke Badan Jalan di Lembah Anai, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan

Hujan deras membuat air meluap ke Jalan Padang-Bukittinggi di Lembah Anai. Pengendara diminta waspada karena…

17 jam ago

MK Kabulkan Sebagian Gugatan UU Minerba, Izin Tambang untuk Ormas Tak Bisa Lagi Ditunjuk Langsung

MK mengabulkan sebagian gugatan UU Minerba dan menghentikan penunjukan langsung IUP kepada ormas. IUP yang…

20 jam ago

Polda Riau Bongkar Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Tiga Orang Jadi Tersangka

Polda Riau mengungkap dugaan penyelewengan BBM subsidi di Rohil. Tiga tersangka diamankan bersama 2.010 liter…

20 jam ago

Harimau Sumatera Sering Melintas di Mengkapan, BBKSDA Riau Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Harimau Sumatera kembali dilaporkan terlihat di Mengkapan, Siak. BBKSDA Riau turun mengecek lokasi dan mengimbau…

21 jam ago

Kecelakaan Maut di Jalintim Inhu, Sopir Truk Tewas Terjepit

Tabrakan dua truk di Jalintim Inhu menewaskan sopir Refrigerator berusia 19 tahun. Kecelakaan juga menyebabkan…

21 jam ago