Categories: Pekanbaru

Sudah 19 Tahun Menginjakkan Kaki di Kota Bertuah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bagi sejumlah orang, mungkin barang bekas tidak berguna. Tapi lain hal yang dirasakan Meta boru Siahaan. Ibu empat orang anak ini pagi-petang mengais rezeki lewat profesi yang kerap dipandang sebelah mata. Dia menggantungkan nasib menjadi spesialis pemburu barang bekas di Ibu Kota Provinsi Riau.

DI USIANYA yang masuk kepala empat, Meta dan anak-anaknya belum bisa merasakan nikmatnya kemewahan dunia. Sebab, kerasnya kehidupan dan minimnya bekal ilmu mengharuskannya untuk mengubur dalam-dalam ribuan mimpinya untuk menjalani hidup dengan santai di bawah payung kemegahan.

Setiap hari, dia bangun pagi, tanpa menyeterika baju lusuh-nya yang 3 hari sekali baru diganti. Diapun langsung bergegas menjemput rezeki. Sendirian, dirinya pun mulai berkeliling untuk mencari kara-kara tersebut sejak pagi bahkan hingga pukul 23.00 WIB. Terkadang anaknya yang lain menyusul sekitar tengah hari ketika dia sudah pulang bersekolah.

Saat ditemui Riau Pos di pelataran ruko minimarket tersebut, suara Boru Siahaan ini tampak parau dan lemas. "Saya belum makan," ungkapnya. Lantas, Riau Pos pun mengajak ibu dan anak yang tampak kelelahan ini untuk menyantap makan malam ala-kadarnya. Awalnya dia tampak sungkan. Hingga akhirnya makanan tersebut dibawa pulang untuk disantap bersama anak-anaknya yang menunggu di rumah. Lagi-lagi, diapun enggan menjelaskan keberadaan rumahnya tersebut.

Selama ini, walau banting tulang pagi-petang, ternyata jerih payah Boru Siahaan itu tak sebanding dengan penghasilan yang didapat. Keringat yang mengucur dari pangkal dahi setiap pagi-petang selama berjuang dan bertahan hidup di sudut kota Pekanbaru rupanya hanya menghasilkan 20 ribu hingga 25 ribu rupiah.

"Dapatnya sedikit lho bang. Tengoklah harga kara-kara turun, kita jual ke agen dapatnya hanya sedikit. Kalau dihitung-hitung cuma dapat 20 ribu sampai 25 bang. Kadang bisa lebih, tapi nasib-nasipanlalah," tuturnya.

Sebagai pengumpul barang-barang bekas, hambatan dan fitnaan hingga cemoohan orang sering menjuru kepadanya. Terutama sering dituduh sebagai maling.

Sebab, rute yang dijalani meta Boru Siahaan ini terkadang memang masuk ke halaman rumah warga. "Orang tu enak saja ngomong, padahal awak cari kara-karanya. Barang yang tak terpakai, kitapun mau cari rezeki yang baik juga," ungkapnya.

Meta Boru Siahaan bukan orang asli Pekanbaru. Wanita berdarah Batak ini berasal dari Padang Sidempuan Suma- tera Utara. Sejak 2000, dirinya pindah dari tanah leluhurnya itu ke Kota Metropolitan Madani. Alih-alih ingin hidup lebih baik, justeru hal yang sama dirasakannya seperti dulu di kampung.

Berada jauh dari kampung halaman, tentunya juga membuat ruang rindunya terha- dap orang tua dan keluarga besarnya meronta-ronta. Biasanya, lima tahun sekali barulah dia bisa pulang ke tanah kelahiran. Begitulah balada kehidupan yang dilakoninya.

"Pulang kampung tidak menentu. Biasa pulang 5 tahun sekali. Ya nabung dulu, ini udah lama tidak pulang, ongkosnya banyak. Tidak ada duit," katanya sambil sambil cengar-cengir.

Sebagai salah satu warga yang menjalani hidup dalam kepasrahan ibukota, Ia berharap ada secercah harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

"Mimpi saya ke depan hidup kami lebih baik. Terutama anak-anak saya yang sekolah. Tuhan pasti tahu seberapa keras usaha sama doa kami," pungkasnya.(*1/ksm)

 

Laporan : MUSLIM NURDIN

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

3 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

3 hari ago