dugaan-pidana-pengelolaan-sampah-pekanbaru-naik-ke-penyidikan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Melihat fenomena penumpukan sampah di wilayah Pekanbaru, kepolisian pun turun tangan menyikapi masalah ini. Tidak hanya membersihkan, namun juga menyelidiki dugaan tindak pidana atas pengelolaan sampah di Ibukota Provinsi Riau.
Dirkrimum Polda Riau (kiri) Kombespol Teddy Ristiawan didampingi Wadirkrimum dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (15/1/2021) mengatakan, saat ini sudah naik penyidikan.
Menurutnya, terkait buruknya pengolalaan sampah, pihaknya melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 20 orang. Baik masyarakat maupun warga yang terdampak.
"Setelah melakukan gelar perkara, terhitung 15 Januari 2021, kasus penyelidikan ditingkatkan tahap penyidikan. Selanjutnya, pemanggilan saksi secara resmi, dan akan dilakukan pemanggilan ahli pidana, ahli lingkungan serta lainnya," ungkapnya.
Dijelaskannya, perkara sampah ini dikenai UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah Pasal 40 ayat 1 ancaman 4 tahun denda 100 juta. Sementara, untuk pasal 41 ancaman 3 tahun denda Rp100 juta.
"Untuk calon tersangka belum dapat disebutkan. Semoga dalam waktu dekat penyidik bisa mengungkap," imbuhnya.
Ditanya, apakah pihak DLHK sudah dipanggil? Untuk pihak DLHK hari Senin dipanggilnya.
"Kadis DLHK yang dipanggil," tegasnya.
Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…
Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…
Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…
Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…
Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…