PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tiga pekan sudah jasad korban yang ditemukan di gubuk Jalan Siak II, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada Senin (23/11) belum dijemput pihak keluarga. Hingga kini,jasad pria paruh baya itu pun masih di RS Bhayangkara Polda Riau.
Hal itu disampaikan Kapolsek Rumbai AKP Viola Dwi Anggreni melalui Kanit Reskrim Ipda Said Khairul Imam. Jasad pria paruh baya itu bernama Jaka Hendra Putra (51) dan telah selesai otopsi.
"Otopsinya sudah selesai. Hasilnya telah keluar dan tidak ada ditemui tanda-tanda kekerasan," ungkapnya.
Pihaknya pun telah menghubungi saksi-saksi di lokasi. Berkisar enam orang seperti warga setempat, ketua RT dan RW, serta Ketua LPM setempat. Untuk itu, pihaknya pun menginformasikan agar keluarga korban ataupun kenalan korban yang mengetahui untuk segera melapor ke Polsek Rumbai.
"Apabila ada masyarakat yang merasa mengenal, agar melapor ke Polsek Rumbai untuk proses selanjutnya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jika menurut identitas, alamat korban ada di Cibuluh, RT 04, RW 08 Nanggrek, Sukabumi, Jawa Barat. Ia ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah gubuk.
Kemudian, warga tersebut melapor ke RT RW setempat dan Bhabinkamtibmas Palas. Selanjutnya, jajaran Polsek Rumbai turun ke lokasi.
Di sekitar lokasi, dijumpai handphone, obat-obat, dan tanda pengenal. Menurut warga sekitar, korban memang kerap memancing di parit belakang gubuk itu. (sof)
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…
Kejari Meranti menggeledah Kantor Bupati terkait dugaan korupsi anggaran 2024. Sebanyak 13 saksi diperiksa dan…
Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.
Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…