Categories: Pekanbaru

Diaspal setelah Diuji

KOTA (RIAUPOS.CO) — Keluhan masyarakat soal bekas galian pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terus dilontarkan. Terutama bekas galian yang tak kunjung diaspal ulang sehingga mengganggu pengguna jalan.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution memastikan kalau bekas galian tersebut akan diaspal ulang. Hanya saja, pengaspalan dilakukan setelah dilakukan beberapa pengujian. Seperti melihat kemiringan setelah pemasangan, menguji kekerasan tanah dan lain-lain. 

"Bekas galian akan kembali diaspal. Tetapi sebelum diaspal dilakukan pengujian dulu," ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (13/11).

Saat ditanya perkiraan kapan pengaspalan bekas galian itu dilakukan, Indra Pomi mengaku belum mengatahui pasti waktunya. Ia hanya mengatakan, proyek SPALD ini akan berlangsung sampai 2020.

"Kalau kapannya (aspal ulang, red), saya juga belum bisa pastikan," sebutnya.

Pantauan Riau Pos, Rabu (13/11), beberapa ruas jalan di wilayah Kecamatan Sukajadi sudah terpasang IPAL namun belum diaspal. Seperti di Jalan Dagang, Jalan Tanjung/Pepaya, Jalan Teratai, Jalan Nuri, Jalan Dahlia, Jalan Melati, dan jalan lainnya. 

Lamanya proses pengerjaan dan dibiarkan bekas galian tanpa diaspal dikeluhkan pengguna jalan dan warga sekitar. Meski sudah tidak ada lagi aktivitas pengerjaan proyek. Bekas pengerjaan setelah dilakukan pemasangan IPAL terlihat dibiarkan saja. 

Seorang pengendara sepeda motor, Agus (35) yang sehari-hari melintas di Jalan Tanjung dan Jalan Dagang mengeluh. Pasalnya, setelah dilakukan pengerjaan proyek IPAL tersebut belum terlihat dilakukan perbaikan kembali seperti kembali dilakukan pengaspalan setelah pemasangan IPAL.

Menurutnya, hal tersebut sangat berdampak kepada arus lalu lintas yang memyebabkan kemacetan dan berdebu. Karena, bekas galian IPAL yang memakan setengah badan jalan itu terlihat tidak rata dan bergelombang. Otomatis pengendara yang melintas akan melewati jalan yang bagus. Hal tersebutlah yang bisa membuat kemacetan dan ditambah lagi dengan banyaknya debu.

"Saya berharap agar ini menjadi perhatian dari pemerintah dan bisa dilakukan perbaikan seperti semula (di aspal/semenisasi). Ini kan tidak memberikan kenyaman kepada pengendara yang melintas," ujarnya.(dof)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

10 jam ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

11 jam ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

12 jam ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

14 jam ago

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

24 jam ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

1 hari ago