Categories: Pekanbaru

Trase Tol Dumai-Rantau Parapat Diusulkan DiubahÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Lingkungan Hi­dup dan Kehutanan (DLHK) meminta agar trase Jalan Tol Dumai-Rantau Parapat diubah. Pasalnya, dari data yang pihaknya terima, jalan tol tersebut akan melintasi hutan adat Sakai di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.  

Kepala DLHK Riau, Maamun Murod mengatakan, jalan tol tersebut akan dibangun sepanjang 175 kilometer  (Km). Jika tidak diubah trasenya, maka dikhawatirkan akan merusak hutan adat yang selama ini sudah dijaga.

"Pak gubernur minta agar trase Jalan Tol Dumai-Rantau Parapat yang melewati hutan adat diubah trasenya. Kami diperintahkan pak gubernur untuk memfasilitasi agar hutan adat ini tetap eksis dan trase Jalan Tol Dumai-Rantau Parapat diubah," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya perintah tersebut dan berdasarkan kondisi hutan ada yang ada, pihaknya akan konsisten untuk membantu masyarakat adat di sana agar hutannya tetap terjaga. Pasalnya, hutan adat terpencil merupakan warisan budaya yang harus lestarikan.

"Kita harus bangga hutan adat di sana juga sangat bagus dan terjaga selama ini. Karena di zaman sekarang, kita susah melihat hutan yang bagus seperti di Bathin Solapan, untuk itu harus terus dijaga bersama," sebutnya.

Dijelaskannya, hutan adat ini juga sesuai dengan misi Gubernur Riau. Sebab jika hutan adat ini berhasil dipertahankan, maka sejalan dengan program Riau Hijau. Dimana program tersebut saat ini juga terus dijalankan.

"Sebagai implementasinya, pak gubernur minta agar trase tol diubah, sebab trase tol itu letaknya hampir membelah tengah hutan adat. Karena pembangunan belum dilaksanakan, tentunya masih ada kesempatan," ujarnya.

Pada Ahad (11/10) kemaren, Gubernur Riau  Syamsuar juga sudah melakukan kunjungan ke hutan adat Suku Sakai yang ada di Kabupaten Bengkalis tersebut. Saat itu, gubernur menyatakan  dirinya siap memperjuangkan hutan adat Sakai yang terdampak akibat pembangunan trase Jalan Tol Dumai-Rantau Prapat. 

"Harapan kami di tengah kemajuan pembangunan negeri tentunya juga adat istiadat kita tak boleh hilang," ujarnya.

Gubernur menjelaskan, Pemprov Riau akan memperjuangkan supaya hutan adat ini bisa dilestarikan atau dipertahankan. Apalagi saat ini pemerintah pusat memiliki perhatian lebih terhadap hutan adat.

"Saat ini Presiden mempunyai perhatian dengan adanya hutan adat dan kami akan berusaha supaya bisa kita pertahankan. Sehingga kegiatan dalam hukum adat istiadat tidak terganggu," harapnya.(gem)

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Fajar/Fikri Juara China Open 2026, Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu Dunia

Fajar/Fikri mempertahankan gelar China Open 2026 setelah mengalahkan Kim/Seo dalam tiga gim dan meraih dua…

2 jam ago

Donor Darah hingga Cek Mata Gratis, Baksos IKTS Pekanbaru Diikuti Ratusan Warga

Bakti sosial IKTS Pekanbaru mengumpulkan 176 kantong darah dan melayani 250 warga untuk pemeriksaan kesehatan…

3 jam ago

Pemkab Rohul Siapkan Rp5,4 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 Desa

Pemkab Rohul menyiapkan Rp5,4 miliar untuk Pilkades Serentak 2026 di 54 desa. Besaran Bankeu disesuaikan…

4 jam ago

Gubernur Riau Setujui Pengalihan Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu

Gubernur Riau menyetujui pengalihan aset Jalan Pematang Reba-Pekan Heran ke Pemkab Inhu. Perbaikan jalan rusak…

4 jam ago

Polisi Gerak Cepat, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Tak Lama Usai Beraksi

Polsek Sukajadi menangkap dua terduga pelaku curanmor beberapa menit setelah beraksi. Keduanya diduga beraksi di…

6 jam ago

Keramat Jubah Merah Melaju Kencang, Juara Rayon IV Gunung Toar Berhasil Diraih

Jalur Keramat Jubah Merah asal Muaro Sentajo berhasil menjadi juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung…

7 jam ago