Categories: Pekanbaru

Anggaran Perbaikan Jalan Belum Memadai

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Kota Pekanbaru tahun ini sebesar Rp50 miliar mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru. Anggaran sebesar itu dinilai terlalu kecil, terutama bila melihat titik kerusakan jalan di Kota Bertuah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois. Ia menyebutkan, anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan keperluan jalan yang perlu diperbaiki. Apalagi masalah jalan di Pekanbaru juga tidak hanya jalan,  infrastruktur penopang seperti sistem drainase juga memerlukan perhatian.

”Kami menilai anggaran Rp50 miliar itu sangat tidak memadai. Masalah infrastruktur di Pekanbaru bukan persoalan kecil. Kita perlu langkah serius dan terencana. Kalau anggaran minim, tentu hasilnya juga tidak maksimal,” sebut Rois, kemarin.

Rois mengingatkan bahwa ada lebih dai 2.000 titik kerusakan jalan yang tersebar di 15 kecamatan. Seharusnya, dalam kondisi ini menurut Rois, cara penanganannya tidak lagi tambal sulam seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan.

”Penanganan jalan rusak dengan tambal sulam tidak akan menyelesaikan masalah. Harus ada upaya menyeluruh, termasuk untuk perbaikan drainase di titik rawan banjir,” tegasnya.

Menurut Rois, kerusakan jalan di Kota Pekanbaru selama ini kerap dipicu oleh genangan banjir. Sistem tambal sulam hanya solusi sementara karena jalan akan cepat kembali rusak. Ia berharap perbaikan jalan dilakukan beriringan dengan perbaikan sistem drianasenya.

Oleh karena itu, Komisi IV DPRD pun mendorong agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama dinas teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melakukan kajian ulang terhadap kebutuhan anggaran infrastruktur.

Selain mengoptimalkan APBD, Pemko juga diminta aktif menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat. Ia berharap pemko berusaha lebih keras mendapatkan dana dari provinsi maupun pusat.(end)






Reporter: Hendrawan Kariman

Redaksi

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

35 menit ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

47 menit ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

1 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago