Categories: Pekanbaru

Segera Usulkan Pencairan Gaji Guru Bantu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) meminta pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengajukan pencairan gaji guru bantu. Pasalnya, anggaran untuk gaji guru bantu tersebut sudah tersedia pada APBD Riau 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, DR Kamsol mengatakan, gaji guru bantu tersebut sudah bisa dicairkan setelah tahapan verifikasi faktual selesai dilaksanakan, termasuk petunjuk teknis yang sudah juga disampaikan ke kabupaten/kota. 

"Surat edaran untuk segera mengajukan pencairan pun sudah kami sebarkan, jadi kalau untuk kendala administrasi di provinsi Riau tidak ada lagi. Jadi tinggal menunggu pengajuan pencairan dari kabupaten/kota saja," kata Kamsol.

Pihkanya berharap, sebelum Ramadan tahun ini, gaji guru bantu di 12 kabupaten/kota sudah bisa dibayarkan. Hal tersebut juga sudah merupakan atensi dari Gubernur Riau, Drs H  Syamsuar.

"Kalau pak gubernur inginnya pekan depan gaji sudah diterima para guru bantu. Kalau ada kendala kami juga siap melakukan asistensi," ujarnya.

Setelah nantinya ada pengajuan dari kabupaten/kota, masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Karena itu pihaknya berharap agar pengajuan dapat segera dilaksanakan.

"Pencairan gaji guru bantu langsung dilakukan untuk enam bulan, hal ini agar kedepannya tidak ada lagi kendala dalam pembayaran. Total anggaran yang disiapkan sebanyak Rp90 miliar lebih melalui Bantuan keuangan khsusus," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Riau Indra SE mengatakan, Pemprov Riau tahun ini kembali memberikan bantuan keuangan (Bankeu) khusus bagi pemerintah 12 kabupaten/kota di Riau.

Bankeu tersebut bersumber pada APBD Riau tahun 2022. Bankeu khusus tersebut diberikan kepada pemerintah

kabupaten/kota dengan total Rp185.514.000.000 yang diperuntukan untuk lima pembiayaan kegitan. "Bankeu khusus tersebut untuk pembiayaan gaji guru bantu, bantuan keuangan ke kecamatan, bantuan rumah layak huni, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi di Kuantan Singingi dan bantuan pembiayaan kegiatan MTQ di Rokan Hilir," katanya.

Dipaparkan Indra, khusus untuk gaji guru bantu, Kabupaten Kampar tahun ini yang paling banyak mendapatkan Bankeu khusus tersebut yakni senilai Rp15.312.000.000. Dimana total guru bantu di Kampar sebanyak 638 orang.

"Bankeu khusus tersebut disesuaikan dengan jumlah guru bantu yang ada di kabupaten/kota. Tahun ini Kampar yang terbanyak yakni mencapai Rp15,312 miliar lebih," ujarnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

 

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago