Categories: Pekanbaru

Bisa Tiru Layanan ATM Bank

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih ditemukannya masyarakat yang susah dan lama membuat kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pekanbaru  ditanggapi oleh pengamat kebijakan publik Dr Ahmad Hidir. Menurutnya, kesiapan administrasi di Indonesia belum dibenahi dengan benar.

"Sebenarnya administrasi penduduk itu kan hak penduduk. Tentang akta kelahiran, KTP, dan segala macamnya. Karena sebagai warga negara Indonesia maka dari itu harus punya KTP. Kemudian, jika tidak adanya blangko, sebaiknya pemerintah tidak menyiapkan seperti itu," sebutnya pada Riau Pos, Kamis (6/2).

Lebih dalam, setiap tahun kan ada laporan dari BPS terkait jumlah penduduk dan yang telah meninggal serta segala macamnya. Termasuk lah jumlah penduduk yang dapat memperoleh KTP, di atas 17 tahun.

"Harusnya pemerintah sudah menyiapkan itu (blangko, red) sehingga masyarakat tidak menunggu. Jika masyarakat masih menunggu itu karena pemerintah tidak mengawasi dengan benar," tugasnya.

Ada beberapa hal yang harus dibenahi, menurut Hidir. "Budaya (suap dan menyuap, red) harus dibenahi dan dihilangkan. Kemudian harus ada hotline service (pengaduan ditanggapi) dan harus ada keberanian menanggapi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat masih harus menunggu lama dan ingin cepat, maka tetap harus mengikuti prosedur. Sementara pemerintah harus lebih sigap menanggapi.

"Yang ditugaskan harus berintegritas. Khusus yang yang bertugas di front office, harus ada perjanjian fakta integritas dan ada target. Jika mencapai target diberi reward biar semangat," katanya.

Untuk pelayanan KTP-el ini, Hidir menyarankan agar pemerintah meniru bank dalam mengeluarkan kartu ATM yang bisa sehari siap.

"Jika sifatnya KTP online, bisa mengikuti prosedur ATM. Sebenarnya kan proses KTP dan ATM sama. Kenapa ATM bisa sehari, KTP kok nggak bisa?" sebutnya.

Jika ini diterapkan, masyarakat jadi semangat mengurus KTP-el. "KTP jangan hanya berfungsi saat pilkada dan bagi-bagi sembako saja. Itu yang harus dieliminasi.  Lagi-lagi harus tertib administrasi kuncinya," tuturnya.

Katanya lagi, ketua RT/RW pun harus dilibatkan dalam pembuatan KTP dan dokumen lainnya. "Jika distribusi dan tenaga Disdukcapil kurang serahkanlah pada RT RW atau perangkat desa lainnya. Sebab mereka yang paham alamat warganya tinggal di mana," katanya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

9 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

10 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

10 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

11 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

1 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

1 hari ago