jumlah-mahasiswa-pascasarjana-unilak-naik-lebihi-target
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) resmi memulai masa perkuliahan tahun akademik 2021/2022. Pascasarjana Unilak yang memiliki dua program studi yaitu Magister Manajemen dan Magister Hukum mengawali masa perkuliahan dengan menghadirkan Ketua Pusat Aptikom yang juga Guru Besar Universitas Indonesia Prof Zainal Hasibuan PhD sebagai narasumber.
Tahun ini jumlah mahasiswa pascasarjana Unilak meningkat, melebihi target. Untuk kedua prodi ini ditargetkan jumlah mahasiswa yang mendaftar 200 orang.
"Alhamdulilah 104 di Magister Managemen dan 107 di Magister Hukum," ujar Direktur Pascasarjana Unilak Prof Dr Syafrani MSi, Ahad (12/9).
"Alhamdulillah berkat kerja keras, kita melampaui target itu. Trennya magister ilmu hukum itu naik, lebih dari 100 mahasiswa," tambahnya.
Syafrani menyampaikan, untuk memulai proses perkuliahan bagi mahasiswa baru tahun 2021, di awali dengan pengenalan akademik bagi mahasiswa baru (pamaba), kemudian kuliah umum, dan pengenalan martikulasi.
Disebutkan Prof Syafrani, aktivitas penerimaan mahasiswa baru sebagai proses adaptasi, mereka melakukan perkenalan dengan para pimpinan dan seluruh staf pada tahun ini yang ditaja lebih awal.
Direktur Pascasarjana ini menjelaskan ada tiga kegiatan yang ditaja pada masa awal perkuliahan ini, yakni pengenalan akademik kampus, kuliah umum, dan matrikulasi.
Pengenalan Akademik kampus disampaikan oleh Wakil Direktur I bidang Akademik Dr Iriansyah SH MH dan Wakil Direktur II bidang Keuangan Dr Adi Rahmat SE MM, Yetti SH MHum PhD. Sementara pengenalan martikulasi dilakukan oleh Kaprodi Magister Manajemen Dr Ririn Handayani SIP MM dan Kaprodi Magister Hukum Dr Adriansah SH MAg MH.
"Uniknya, pada Pamaba kali ini kita minta dua mahasiswa untuk membuat opini bagaimana kesan mereka melaksanakan kuliah di kampus ini," sebutnya.
Pada kuliah umum, kata Syafrani, diambil tema yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi di masa pandemik Covid-19. Untuk itu, dihadirkan narasumber Ketua Pusat Aptikom Prof Zainal, yang juga dosen di UI dan kebetulan putra Riau.
Sementara sesi matrikulasi merupakan upaya agar mahasiswa mengenal mata kuliah di Strata 2. Karena mahasiswa S2 ini boleh jadi berasal dari program studi lain, bukan manajemen maupun ilmu hukum. Agar mereka bisa memahami dalam perjalanan kuliah, ada mata kuliah dasar untuk setiap program studi," ujarnya.
Terkait dengan naiknya jumlah mahasiswa, menurut Syafrani ada beberapa faktor penyebab. "Orang kuliah tentu akan mencari informasi kepada yang sudah selesai. Yang kedua, orang datang ke kita. Selama ini kami promosi dan melakukan kerja sama yang dilakukan oleh Rektor Unilak dengan beberapa pemerintah daerah. Ketiga, kuliah di masa Covid-19 ini dipermudah dengan teknologi yang bersifat daring. Ini memacu orang untuk berkeinginan melanjutkan kuliah tanpa harus meninggalkan daerahnya," terangnya.
"Lalu, (biaya kuliah, red) kami kan termasuk yang terjangkau oleh masyarakat kita. Kemudahan ini tentu tidak menurunkan kualitas," tambahnya.(das)
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…
Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…