Categories: Pekanbaru

Warga Pekanbaru Masih Bingung Penerapan PSBB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dari hasil kajian penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, maka masyarakat mesti mematuhi beberapa hal penting. Salah satunya kegiatan yang dibatasi sampai pukul 20.00 WIB saja, namun dinilai sebagian masyarakat belum ada kejelasan yang terperinci.

Langkah yang diambil Pemko Pekanbaru ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disae (COVID-19) di Kota Bertuah tersebut. Poin pertama dari rencana pencegahan Covid-19 ini adalah, pembatasan jam kegiatan masyarakat yang diberlakukan jam 20.00-05.00 WIB. Dalam poin ini dirincikan bahwa masyarakat dilarang keluar rumah kecuali dengan keperluan membeli obat dan makanan jika jasa kurir online tidak tersedia.

Kemudian, pedagang makanan, apotek, toko obat dan UMKM tetap bisa membuka usaha melebihi pukul 20.00 WIB, namun hanya melayani jasa kurir online. Dan tidak berlaku bagi kendaraan angkutan sembako.

Kemudian di poin kedua yaitu pelibatan partisipasi masyarakat melalui RW Siaga Covid-19. Penjabarannya meliputi pengoptimalan Siskamling terpadu tanggap Covid-19, Posyandu Tanggap Covid-19, Relawan Muda Tanggap Bencana Non Alam Covid-19, Lumbung Pangan Warga dan Masjid Paripurna

Dan poin terakhir ialah pembatasan kegiatan masyarakat umum selama 24 Jam. Hal ini bila eskalasi penyebaran Covid-19 sangat tinggi dan tidak terkontrol, maka Pemerintah Kota Pekanbaru mempersiapkan pembatasan jam kegiatan masyarakat umum untuk diberlakukan 24 jam dalam 1 hari, selama 20 hari berturut-turut.

Salah seorang warga Pekanbaru Neti, mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Pelaku UMKM ini mengaku akan tetap beroperasi namun sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan pemerintah.

"Kalau wirausaha ampera seperti kami, ke depan akan menerapkan pola anjuran pemerintah. Tidak makan di tempat dan akan mencoba inovasi pesan-antar," ujar pedagang makanan ini.

Namun demikian, menurutnya sudah sepatutnya kebijakan dan seluruh aturan dalam melaksanakan apa yang disebut PSBB dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat. “Harus lebih jelaslah, biar masyarakat tidak bingung, mana yang boleh dan tidak,” harapnya.

Terpisah, warga lain yang juga pedagang kecil Rahmad, mengajak masyarakat untuk mematuhi kebijakan dan langkah konkrit yang diambil pemerintah Kota Pekanbaru tersebut. "Ini kebijakan yang cukup relevan, mari kita dukung bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona," tuturnya.

 

Laporan: *1/Eka G Putra (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

9 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

9 jam ago

Wako Agung Nugroho Tegaskan Pemko Siap Sinergi dengan Polda Riau Ancam Izin THM Nakal

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mendukung penuh Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam…

9 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 14–15 Oktober

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, 14–15 Oktober…

9 jam ago

Usung Tema Gema Melayu Riau, Tim Dance SMAN 5 Pekanbaru Pukau Penonton

Tim dance SMAN 5 Pekanbaru tampil memukau pada ajang Aqua DBL Dance 2026 Riau di…

1 hari ago

Diselimuti Fog dan Kabut Asap, 12 Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay

Campuran fenomena fog dan kabut asap memicu penundaan 12 penerbangan di Bandara Internasional SSK II…

1 hari ago