Yusmar Yusuf
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan pekerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai yang hampir tuntas terus menjadi atensi publik. Bahkan, soal penamaan yang biasa disingkat Pekdum, pun menjadi hal yang turut dibahas. Budayawan Riau, Prof Yusmar Yusuf menilai akan lebih elok disebut Tol Permai.
Pihak pelaksana pekerjaan, PT Hutama Karya mengapresiasi sebagai masukan dan akan mempertimbangkan dengan membahas terlebih dahulu di internal mereka. Sayangnya, pemerintah daerah, khususnya Pemprov Riau belum berkomentar perihal penamaan tol perdana di Bumi Lancang Kuning ini.
Menurut Yusmar, penamaan sebuah karya bangunan, sebaiknya bukan hasil dari mutilasi bunyi. "Kenapa ruas Tol Pekanbaru-Dumai disingkat dengan gaya-gaya huruf mati yang tak berarti? Pekdum. Mari kita mulai perkenalkan singkatan dengan makna Permai," ujarnya.
Karenanya, ia mengajak agar pihak-pihak terkait membiasakan untuk menggelorakan penamaan Tol Permai. Karena menurutnya secara bunyi Pekdum kurang bagus. "Ada huruf mati di ujung," sambungnya.
Menurut akademisi dan penulis tersebut, penamaan sebuah karya bangunan, sebaiknya bukan hasil dari mutilasi bunyi. Karena selain tidak menghidang makna, juga terkesan asal-asalan dalam membangun istilah. "Artinya, gambaran dari kebudayaan yang serampangan yang ujung-ujungnya peradaban yang gagal," katanya.
Karena lanjutnya, penamaan itu adalah peristiwa bahasa dan membahasa. Menurut bidal tua Melayu, dijelaskan Prof Yusmar, bahasa memperlihatkan bangsanya (jenisnya, red). Sehingga akan lebih baik berilah nama-nama dan sapaan yang elok dan indah di muka bumi selagi pilihan itu ada dan terhidang.
"Jangan tersebab malas menggali, akhirnya kita akrab dengan budaya mutilasi bunyi dari sebuah kata. Sehingga kata-kata mengalami penyembelihan dengan hasil kata yang baru tapi tak memberi makna apa-apa," paparnya.
Sementara itu pihak HK ketika dikonfirmasi Riau Pos perihal sebutan Pekdum apakah sudah baku atau masih bisa disesuaikan. Menurut Humas PT HK Intan Zania, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas masukan dari tokoh masyarakat di Riau.
"In sya Allah akan kita pertimbangkan. Tapi ini akan kami bahas di internal dulu," tuturnya.
Di sisi lain, Pemprov Riau melalui Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau Indra SE yang coba dikonfirmasi perihal penamaan dimaksud. Hingga Selasa petang belum memberikan penjelasan dan komentar. Apakah penamaan ruas jalan tol Riau yang menjadi bagian jalur Tol Trans Sumatera tersebut bisa ditetapkan bernama Tol Permai.(egp)
Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…
Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…
Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…
RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…
Pemko Pekanbaru memperbaiki Jalan Teratai sepanjang 783 meter sekaligus membenahi drainase tersumbat untuk mengurangi genangan…
Unri mengenalkan Smart Posyandu kepada 35 kader dari 18 posyandu di Pandau Jaya untuk mendukung…