Categories: Pekanbaru

TNI AU Turun Tangan Atasi Kemacetan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kemacetan panjang tak terelakkan terjadi di persimpangan Jalan Adi Sucipto-Inpres tepatnya di depan pos jaga Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (10/1) pagi. Ratusan kendaraan harus rela antre dari keempat sisi jalan sebelum menuju tujuannya masing-masing.

Meskipun dipersimpangan jalan ini terdapat traffic light, namun traffic light tersebut sudah lama tidak aktif. Alhasil, hampir setiap pagi, jika tidak ada petugas yang mengatur arus lalulintas. Di lokasi ini selalu terjadi kemacetan.

Salah seorang pengendara, Putra mengatakan, meskipun hampir setiap pagi dilokasi ini terjadi kemacetan, namun petugas dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru jarang terlihat melakukan pengaturan.

"Kadang ada petugas dari dinas perhubungan yang mengatur, tapi kadang tidak ada. Lebih sering tidak adanya dari pada ada," keluh Putra.

Atas kondisi tersebut, karyawan salah satu perusahaan swasta di Riau ini mempertanyakan keseriusan pihak Dinas Perhubungan Pekanbaru dalam melayani masyarakat terutama pengaturan arus lalu lintas di lokasi persimpangan ini. Dalam kesempatan itu, Putra juga mengapresiasi personel TNI AU yang mau membantu mengatur lalu lintas.

"Seharusnya itu tugas dinas perhubungan, tapi mereka malah tidak ada. Untung ada bapak-bapak dari TNI AU yang mau membantu mengatur lalu lintas. Kalau tidak, saya setiap hari bisa telat ke kantor," sebutnya.

Suci, warga lainnya yang juga kerap melintas di lokasi ini juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mempertanyakan fungsi traffic light yang sudah lama terpasang dilokasi persimpangan tersebut namun tidak diaktifkan.

"Karena kalau tidak ada petugas, pengendara tidak ada yang mau mengalah. Akibatnya tertumpuk ditengah. Sebaiknya traffic light itu diaktifkan saja, jadi ada aturan yang bisa ditaati," harapnya.(yls)

 

Laporan : SOLEH SAPUTRA

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

2 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

6 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

12 jam ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

1 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

1 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

1 hari ago