Ketua IDI Riau Dr Zul Asdi Spb Mkes. (foto/riaupos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap di Kota Pekanbaru, Sabtu (10/8) pagi terlihat cukup tebal. Kondisi itu mendapat respon keras dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau Dr Zul Asdi Spb Mkes. Menurutnya, ketebalan kabut asap kian hari kian mengkhawatirkan. Hal itu berdampak sangat buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, udara yang bersih dan sehat merupakan hak azasi manusia. Jika kondisi seperti itu terus dibiarkan, maka sama saja dengan perampokan hak masyarakat untuk sehat.
Karena oksigen yang terkandung didalam udara yang bersih sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup seluruh mahluk yang ada di bumi.
“Sebut saja masyarakat yang sebelumnya ada riwayat penyakit. Asma, jantung, paru. Kalau terpapar asap terus menerus maka akan semakin parah. Bisa berujung kematian. Kemudian anak-anak juga sangat rentan terserang ISPA,†sebut Zul.
Iapun meminta agar seluruh pihak terkait segera menghentikan asap yang kian tebal.â€harusnya kalau ISPU diatas 200 itu masyarakat harus di evakuasi. Jadi pilihannya dua. Kalau enggak evakuasi masyarakat, ya hentikan asap sekarang juga,†tegas Zul Asdi.
Informasi yang ia dapat dari para dokter, jumlah pasien yang terserang inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terus bertambah. Bahkan laporan itu ia dapati hampir setiap hari. Maka dari itu, ia mendesak pemerintah agar menetapkan kondisi karhutla saat ini dengan kondisi darurat.(nda)
Editor: Deslina
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…