Categories: Pekanbaru

PLN Sosialisasikan Rencana Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa pembangunan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) dari Kawasan Industri Dumai (KID) menuju Pakning yang melewati Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 1 (UPP Sumbagteng 1) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembangunan tersebut di Kantor Wali Kota Dumai, Selasa (7/6).

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kota Dumai Indra Gunawan beserta perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas PMTSP, Dinas LHK, Dinas PERKIM dan Kepala Kantor BPN Kota Dumai.

Manager II Perizinan dan Umum UPP Sumbagteng 1 Erik Winada  menyampaikan kondisi dan peta kelistrikan di Kota Dumai. Dikatakannya, saat ini suplai listrik menuju Kota Dumai menggunakan sistem distribusi radial dengan mengandalkan saluran transmisi Balai Pungut – Duri – Dumai. "Yang artinya jika ada gangguan transmisi di segmen Gi Balai Pungut – Duri akan cukup berisiko menyebabkan pemadaman terutama terhadap GI yang akan memasok pelanggan di sekitar Dumai," katanya.

Selain itu beban di GI Bengkalis merupakan beban isolated yang dipasok oleh PLTD 26,3 MW, dengan adanya GI Pakning yang akan diinterkoneksikan dengan GI Bengkalis maka beban GI Bengkalis dapat dipasok dari Grid sehingga PLTD tersebut bisa dioffkan. "Untuk meningkatkan kehandalan suplai listrik ke Dumai dan Dediselisasi pembangkit di Bengkalis maka perlu dilakukan pembangunan SUTT 150 kV KID – Pakning dan GI 150 kV Pakning," ujar Erik.

Lebih lanjut, Erik menambahkan, rencana pembangunan SUTT 150 kV KID – Pakning tertuang didalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) tahun 2021 sampai dengan 2030 yang telah disahkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 188.K/HK.02/MEM.L/2021.

Dalam kesempatan Sekretaris Daerah Kota Dumai Indra Gunawan menuturkan, pembangunan SUTT 150 kV KID – Dumai merupakan kepentingan nasional yang harus didukung dan laksanakan. "Sosialisasi agar dilaksanakan juga kepada masyarakat terutama di daerah yang nantinya akan dilalui oleh jaringan SUTT 150 kV KID – Pakning," tukasnya.

Lebih lanjut, Indra Gunawan memberikan arahan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dinas terkait agar mempercepat pelaksanaan dan koordinasi proses perizinan sehingga tidak menghambat dan mempercepat pelaksanaan pembangunan yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan pertukaran cenderamata sebagai bentuk senergitas dan kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan Pemerintahan Kota Dumai dalam mensukseskan pembangunan jaringan SUTT 150 kV KID – Pakning.(adv/anf)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

13 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

13 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago