sudah-langganan-banjir
TAMPAN (RIAUPOS.CO) — Hujan mengguyur Kota Pekanbaru sejak pagi hingga siang, Rabu (8/4). Beberapa kawasan digenangi air akibat buruknya sistem drainase.
Salah satunya Perumahan Alam Surya, Jalan Uka Garuda Sakti Kilometer 3, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tampan. Jalan dan puluhan rumah warga di perumahan itu digenangi air hingga setinggi betis orang dewasa.
Daerah perumahan ini memang kerap dilanda banjir saat hujan turun cukup lama. Hal ini dikarenakan posisi perumahan yang berada di dataran rendah. Ditambah dengan kecilnya ukuran drainase sehingga tidak cukup menampung debit air hujan. Akibatnya, air meluap dari parit dan menggenangi badan jalan.
Dian, salah seorang warga Perumahan Alam Surya, mengatakan, banjir terjadi karena aliran parit di ujung perumahan mengecil. Selain itu, ada pembatas dinding antara Perumahan Alam Surya dengan perumahan lain.
"Sampai saat ini belum ada solusi dari tokoh masyarakat sekitar. Jika hujan dalam waktu satu jam saja, kami di perumahan sudah was-was akan datangnya banjir. Solusi dari warga di perumahan saat ini, ya dengan membuat tembok di pintu masuk rumah masing-masing. Tingginya sekitar tiga batu bata lah, agar air tidak masuk ke dalam rumah," ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (08/4).
Menurutnya, agar perumahan tidak banjir perlu dilakukan pelebaran atau memperbesar ukuran drainase atau parit. Sehingga nantinya, parit yang berada di Perumahan Alam Surya bisa menampung debit air yang datang dari atas.
"Kalau tidak dibesarkan paritnya, otamatis kami akan seperti ini terus, warga perumahan akan mengalami kebanjiran. Apalagi saat ini ada dinding pembatas antara Perumahan Alam Surya dan perumahan lainnya. Jika dinding pembatas tersebut dibobol, otomatis perumahan lain yang mengalami kebanjiran," terangnya.
Dian berharap agar ada perhatian dari pemerintah dengan cara membesarkan atau melebarkan parit yang ada di atas. "Mudah-mudahan jika parit yang ada diatas tersebut dibesarkan kemungkinan Perumahan Alam Surya tidak mengalami kebajiran lagi. Ini yang kami rasakan setiap kali jika hujan turun. Perumahan kami mengalami kebajiran. Kalau diperkirakan ada sekitar puluhan perumahan yang terkena banjir di sini. Ketinggian banjir hampir setinggi lutut orang dewasa," pungkasnya.(dof)
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…
Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…