Ketua Bapemperda DPRD Riau Sunaryo saat memimpin rapat, Kamis (7/3/2024). (humas dprd riau untuk riaupos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Riau menggelar rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Riau, Pemprov Riau hingga pihak Universitas Riau (Unri), Kamis (7/3).
Adapun rapat tersebut membahas mengenai mekanisme pembuatan Naskah Akademik (NA) dan draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) serta Propemperda tahun 2024.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Riau Sunaryo yang didamping oleh Anggota Bapemperda DPRD Provinsi Riau Tumpal Hutabarat, serta juga dihadiri Tenaga Ahli Bapemperda DPRD Provinsi Riau Wenda, Gembong dan Fendri Jaswir.
Hadir juga dalam rapat ini, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Riau Armanita, Kabid Litbang Eka Arieyanto, Kadis DLHK Riau yang diwakili oleh Dwiyana, LPPM Unri Syaifullah Yopri, Dinas Sosial yang diwakili oleh Ermila, Biro Hukum Arif Rahman, tenaga ahli Komisi IV DPRD Riau Rahmad G Manik.
Sunaryo mengatakan, rapat ini membahas terkait dua inisiatif usulan PRD Provinsi Riau dan empat usulan Pemerintah Provinsi Riau Propemperda tahun 2024, yang mana ada dua usulan inisiatif dari DPRD Provinsi Riau yaitu, tentang pencegahan dan penanggulangan penyimpangan seksual dan pengelolaan air limbah domestik regional.
“Saya berharap perda yang kita hasilkan ini bisa diselesaikan dalam waktu dekat sampai bulan september tahun 2024, dan mendapatkan hasil yang terbaik,” sebutnya.
Lebih lanjut, Sunaryo juga meminta masukan dari LPPM Unri mengenai dua usulan inisiatif dari DPRD Provinsi Riau. LPPM Unri dalam rapat tersebut menyebut bakal berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun naskah akademik yang terkait dari 2 usulan dari DPRD Provinsi Riau.
“Realitanya di Provinsi Riau sudah banyak terjadi peyimpangan seksual, tetapi belum ada ketegasan dari pemerintah terkait pengelolaan limbah domestik kita lihat spesifik di Kota Pekanbaru sudah melakukan ini,” sebut Sunaryo.
“Ini akan kami tingkatkan di provinsi kita lihat permasalahannya dan pengelolaan limbah pusatnya dan ini akan kita pelajari dari problem yang ada,” ujarnya.
Diakhir Rapat, Sunaryo berharap enam Propemperda tahun 2024 ini segera di selesaikan dan mendapatkan hasil yang terbaik. Ia ingin setiap Perda yang dihasilkan dapat bermanfaat positif serta berdampak secara langsung bagi hajat hidup masyarakat di Bumi Lancang Kuning.(nda/adv)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…