Categories: Pekanbaru

Jelang Akhir 2021, Relokasi PKL Harus Tuntas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasar Agus Salim yang saat ini bakal disulap menjadi kawasan kuliner dan kawasan layak pejalan kaki, hal ini mendapat dukungan dari banyak kalangan termasuk DPRD Kota Pekanbaru.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah sangat berharap kinerja dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, berkoordinasi dengan Satpol PP, Dishub dan juga lainnya, untuk dapat menyelesaikan persoalan relokasi pedagang Agus Salim dengan cepat.

"Dari hasil rapat dengan Dinas sebelumnya sudah disampaikan bahwa kawasan Jalan Agus Salim bakal disulap menjadi seperti malioboro nya Jogja, bersih dan aman, kita sangat mendukung itu," kata Fathullah kepada wartawan, Ahad (7/11).

Saat ini diketahui Fathullah, tengah dilakukan sosialisasi dan relokasi pedagang. Diminta agar selalu ada solusi bagi pedagang yang di relokasi. Karena menurut Fathullah tidak banyak yang bisa ditampung ketika sudah difungsikan Pasar Agus Salim itu.

"Jangan ada aksi yang tidak menyenangkan dari upaya relokasi pedagang ini," sarannya.

Jika caranya santun dan merangkul dengan pemahaman serta solutif terhadap PKL, maka tidak ada alasan sampai 2021 tidak selesai.

Sebagai informasi, bahwa penataan kawasan Jalan Agus Salim untuk lebih rapi dan berfungsi dengan baik, sudah lama diwacanakan, dan tentu tanpa menghilang aktifitas sekarang.

"Ada segementasi dari jalur Agus Salim, pagi siang dan malam, sesuai jam per jam nya," ujarnya.

Disampaikan Fathullah, itu segmen pertama, difungsikan sesuai fungsi jalan tempat melintas, dan pedestrian diberlakukan dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selama jam yang ditetapkan itu kawasan tersebut bebas dari pedagang. Karena difungikan untuk lintasan umum.

Lalu, untuk segmen kedua, mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB, dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM, dan sejenisnya. Bisa usaha kuliner dan industri kreatif. Difokuskan menjadi  membangun perekonomian.

Dan, segmen ketiga  mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB pagi bisa digunakan oleh pedagang tradisional yang kini jualan di sana.

"Maka dari itu, kita ingin penataan ini harus mampu membuat wajah kota menjadi lebih baik, dan pedagang dapat tertolong tetap berusaha dan maju," tuturnya.(lim)

Laporan AGUSTIAR, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

50 menit ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

1 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

2 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

13 jam ago