Birokrasi Harus Lebih Produktif dan Inovatif
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.
Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).
Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.
"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.
Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)
Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…
Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…
Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…
Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…
Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…
PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…