Categories: Pekanbaru

Umat Buddha Jalani Ritual Pemindahan Patung Dewa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha Pekanbaru menggelar ritual pemindahan Dewa Tian To Guan Sue yang sebelumnya ada di Jalan Melati ke Jalan Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki yang diiringi dengan arak-arakan dan dipandu oleh tarian barongsai sekaligus meresmikan Vihara Au San Ci Bio, Senin (7/7).

Dalam prosesi pemindah puluhan patung dewa terlebih dahulu dilakukan pembersihan altar sembahyang yang dilakukan oleh umat Buddha yang hadir.

Menurut Ketua Panitia Sudirman SH MH, ritual pemindahan patung dewa Tian To Guan Sue atau dewa pelindung merupakan serangkaian upacara keagamaan yang dilakukan oleh umat Buddha dan Konghucu saat pemindahan patung ke lokasi baru.

Ritual ini bertujuan untuk menyucikan dan menghormati patung dewa sebelum dipindahkan atau ditempatkan di tempat yang baru.

Dalam prosesi ritual pemindahan patung dewa ini dilakukan berbagai kegiatan yaitu penyucian dimana sebelum pemindahan, patung dewa akan dibersihkan dan disucikan dengan air bunga atau larutan khusus.

Lalu umat akan menjemput patung dewa dengan iring-iringan dan doa-doa, sebagai bentuk penghormatan. Kemudian patung dewa akan dipindahkan dengan hati-hati, seringkali diarak menggunakan tandu atau kendaraan khusus dan setelah tiba di lokasi baru, patung dewa akan ditempatkan di altar atau tempat yang telah disiapkan dengan tata cara yang sesuai.

Ritual diakhiri dengan doa syukur dan persembahan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada dewa agar selalu memberikan perlindungan kepada umat yang sembahyang di vihara ini.

‘’Kami menjalankan ritual ini bertujuan untuk menyucikan patung dewa dari kotoran fisik dan spiritual sebelum dipindahkan ke Vihara Au San Ci Bio yang baru selesai dibangun berkat dukungan para umat,’’ ucapnya.

Tak hanya prosesi pemindahan dewa saja yang dilaksanakan, rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) Dewa Tian To Guan Sue akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Di mana untuk 8-9 juli 2025 akan diadakan malam ramah tamah bersama seluruh umat dan forkopimda Pekanbaru, kemudian perayaan ditutup dengan ritual sembahyang bersama HUT dewa Tian To Guan Sue pada Kamis (10/7).

‘’Kami berharap dengan adanya peresmian Vihara Au San Ci Bio yang baru selesai dibangun selama dua tahun ini bisa menjadi tempat bagi umat Buddha menjalankan ibadah dengan nyaman, karena vihara yang dulunya hanya berdiri di kawasan rumah pribadi kini sudah dapat melayani umat untuk sembahyang bersama,’’ tegasnya.(ayi)






Reporter: Prapti Dwi Lestari

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

8 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

9 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

9 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

9 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

10 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

21 jam ago