Categories: Pekanbaru

Pasar Kaget Tak Tersentuh Penertiban

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru sejak sebulan lebih yang  lalu gembar-gembor, meminta seluruh pasar kaget untuk tak lagi beroperasi. Selain keberadaannya ilegal, pasar ini disebut berpotensi jadi tempat menyebarnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meski begitu, sebulan terakhir pula penertiban baru sebatas janji.

Keputusan untuk menutup seluruh pasar kaget yang ada di Pekanbaru diambil sejak, Senin (30/3) lalu. Langkah itu untuk menghindari terjadinya kerumunan massa yang berpotensi menjadi tempat menyebarnya Covid-19.

Keputusan ini tertuang dalam surat yang disampaikan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru pada seluruh pengelola pasar kaget tertanggal, Sabtu (28/3). Pasar kaget pada dasarnya selama beroperasi memang ilegal alias tak memiliki izin.

Sejak surat diterbitkan, masih banyak pasar kaget hingga kini beroperasi. Bahkan, ada pula pedagang yang membentang dagangan sembarangan di tepi jalan hingga mengganggu aktivitas warga. Di Pekanbaru, total terdapat 71 titik pasar kaget dengan hari pasar yang bervariasi.

Tim dari Pemko Pekanbaru memang sudah turun ke pasar-pasar ilegal ini memberikan surat peringatan. Namun, peringatan tak dianggap. Pengelola pasar kaget tetap saja membuka operasionalnya.

Salah satunya dikeluhkan Verizal Ketua RT 03/RW 03 Jalan Rantau Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukitraya. Disana, sepekan pasar kaget beroperasi dua kali, yakni Kamis dan Ahad. Sejak Pemko Pekanbaru melarang aktivitas, pasar ini tetap saja buka. Bahkan pasar kaget disana sudah mendapatkan peringatan juga.

"Nanpaknya kalau teguran melalui surat saja tidak efektif, katanya akan ada rencana tindakan tegas  tapi entah kapan waktunya," kata dia, Rabu (6/5).

Dia mencontohkan Ahad pekan lalu, pasar kaget di sana bahkan dipadati masyarakat yang ramai. Mayoritasnya tak menggunakan masker. "Semakin banyak tempat berkumpul yang tidak ditertibkan seperti ini bisa seperti bom waktu. Tiba-tiba sudah menyebar saja (Covid-19, red) dari orang ke orang," ucapnya khawatir.

Dengan kondisi ini pula, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru sama saja tak berjalan dengan baik, khususnya pada pengaturan di pasar. PSBB juga tegas melarang pasar kaget untuk buka. "Kami sangat berharap kepada pihak yang terkait untuk melaksanakan tindakan tegas guna memutus hubungan mata rantai Covid-19," harapnya.

Terpisah, masalah pasar diakui Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menjadi hal yang harus diperbaiki pada pelaksanaan PSBB. Ini baik itu pasar tradisional yang resmi maupun pasar kaget yang ilegal.

Di pasar walaupun itu pasar tradisional yang resmi dan legal, protokol kesehatan masih abai dipatuhi."Kita sampaikan agar protokol kesehatan Covid-19 diterapkan. Sterilisasi pasar cuci tangan, dan dengan  sabun dan juga masker serta di gang tempat transaksi para pedangan kita arahkan bisa menjaga physical distancing harus dibuat satu arah," paparnya.

Di luar pasar resmi, pasar kaget juga masih menjadi masalah karena terus saja beroperasi. Ada setidaknya 71 titik pasar kaget tersebar di Kota Pekanbaru. "Yang jadi masalah pasar kaget. Mereka adalah pedagang dari pasar resmi sebagiannya. Sebagian lagi dari kabupaten tetangga. Ini kita sosialisasi agar tidak di tempat berpindah-pindah. Di minta agar para pedagang berdagang di pasar legal. Ini juga kita butuh ketegasan," paparnya.(ksm)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

24 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

24 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago