Categories: Pekanbaru

Gencarkan Sosialisasi dan Vaksin LSD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kementerian Pertanian telah mengonfirmasi 7 daerah yang terkena wabah penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) pada hewan ternak sapi atau kerbau. Di antaranya adalah Kabupaten Indragiri hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Bengkalis dan Kota Dumai.

Bahkan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, telah melakukan suntik vaksin terhadap ribuan sapi. Meski begitu, pelaksanaan vaksin serta sosialisasi diharapkan dapat terus dilakukan. Agar masyarakat khususnya peternak paham tentang wabah LSD tersebut.

Permintaan ini sebagaimana disampaikan anggota Komisi II DPRD Riau Sewitri yang membidangi perternakan, Kamis (7/4). Menurutnya, peran aktif instansi terkait di kabupaten/kota sangatlah penting agar LSD tidak menular ke hewan lainnya.

"Kita meminta kepada dinas terkait untuk gencar dan dan sering memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pemilik ternak. Agar memperhatikan setiap hewan ternak yang mereka miliki. Jika terdapat ciri-ciri penyakit tersebut segera laporkan kepada dinas terkait agar cepat di ditangani," pinta Sewitri kemarin.

Selain sosialisasi, menurut politisi Golkar Riau ini, pemberian vaksinasi rutin dan dukungan dari seluruh pihak juga diperlukan agar penyebaran penyakit tersebut dapat segera diatasi dan tidak meluas ke daerah lainnya. Dirinya juga mengimbau kepada pemilik hewan ternak agar hewan yang masih sakit tidak untuk diperjualbelikan, dilepas liarkan atau dipotong terlebih dahulu. Karena patut diduga hewan ternak yang dimiliki terinveksi LSD.

"Selalu memantau dan melakukan vaksinasi kepada hewan ternak yang ada di setiap kabupaten/kota dianggap perlu agar menimalisir terjadinya dampak penyebaran penyakit kulit tersebut. Oleh sebab itu, disini peran penting pemerintah sangat diperlukan agar masyarakat tidak merasa was-was untuk mengonsumsi daging hewan ternak yang berasal dari Riau," paparnya.

Politisi Golkar ini juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kasus LSD tersebut. Sebab daging yang dijual di masyarakat, selama memiliki nomor kontrol veteriner (NKV) atau berasal dari rumah potong hewan yang memiliki NKV, pasti telah diperiksa kesehatannya sebelum ternaknya dipotong dan setelah dipotong.

"Jadi masyarakat tidak usah khawatir atau ragu untuk membeli dan mengonsumsi daging sapi atau kerbau," pungkasnya.(nda)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago