Categories: Pekanbaru

Empat Terdakwa Diadili

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat terdakwa dugaan korupsi dana bantuan pemerintah (Bantah) di Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Selasa (7/2). Para pesakitan itu bertanggung jawab atas perkara rasuah senilai Rp1,05 miliar. 

Ada pun keempat terdakwa yang duduk di kursi pesakitan itu yakni, Kasi Sapras Pendidikan Dasar Disdikbud Meranti, Tabren. Lalu, Kepala SMPN 1 Teluk Belitung, Suratno, Konsultan Pengawas, Safrizal dan Junaidi selaku rekanan pelaksana kegiatan pada kegiatan yang bersumber dari APBD. 

Sidang perdana yang dipimpin majelis hakim diketuai Yudissilen SH, beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti, Muhammad Ulinnuha.

Dalam surat dakwaan, JPU menyatakan, para terdakwa sebagai orang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.  Dimana perbuatan tersebut terjadi 2018, ketika Disdikbud Kepuluan Meranti menyalurkan dana Bantah ke 13 SMPN sebesar Rp7,775 miliar.

Dari 13 sekolah itu, SMPN 1 Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau mendapatkan dana Rp1,05 miliar yang diperuntukan renovasi infrastuktur pendidikan. Akan tetapi, dalam pelaksanaanya diselewengkan para terdakwa.

"Keempat terdakwa didakwa telah memperkaya diri sendiri maupun orang lain. Sehingga telah menyebabkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp322 168 491," ujar Ulinnuha.

Atas perbuatanya, lanjut JPU, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebelumya, kasus tersebut ditingkatkan stasus ke penyidikan ditandai dengan terbitnya surat perintah penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani oleh Kapolres Kepulauan Meranti, yang kala itu dijabat oleh AKBP La Ode Proyek SH. Surat itu diterbitkan pada akhir bulan Mei 2019 lalu. 

Hal ini dilakukan setelah penyidik menemukan  peristiwa pidana dan mengantongi bukti permulaan yang cukup dalam penyimpangan penyaluran dana kegiatan diperuntukan renovasi infrastuktur pendidikan di sekolah menegah pertama negeri (SMPN) 1 Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau sebesar Rp1,05 miliar.

Lalu, Polres Meranti juga telah melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Peneliti pada Kejari Kepulauan Meranti atau tahap I, berapa waktu lalu.

Hasil penelahan berkas perkara dugaan korupsi dana Bantah dinyatakan lengkap. Atas P-21 itu, selanjutnya dilakukan penyerahan empat tersangka bersama barang bukti ke JPU atau tahap II.

Perkara rasuah itu berawal pada 2018. Saat itu, Disdikbud Kepulauan Meranti menyalurkan dana bantah sebesar Rp7,775 miliar ke 13 SMPN.

Namun, yang diusut penegak hukum terhadap penyaluran dana yang diperuntukan renovasi infrastuktur pendidikan di SMPN 1 Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau sebesar Rp1,05 miliar.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

2 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

2 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

2 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

2 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

3 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

3 jam ago