Categories: Pekanbaru

DPRD Minta Pemprov Tekan Harga Bahan Pokok

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menyoroti kenaikan harga bahan pokok di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Pasalnya, bila tidak segera ditekan, maka dikhawatirkan akan menambah inflasi daerah mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. 

Sekretaris Komisi II DPRD Riau Husaimi Hamidi mengatakan pemprov seharusnya belajar dari tahun sebelumnya karena kondisi ini dikeluhkan masyarakat hampir setiap tahun. Pemerintah harusnya sudah melakukan upaya antisipasi sejak dini. Sehingga rentang waktu kenaikan bahan pokok bisa cepat teratasi.

“Jangan setiap mau bulan puasa, lebaran, tahun baru harga semuanya naik. Ini kan berarti penyakit tahunan. Sudah tahu penyakitnya harusnya diobati, bukan malah dibiarkan terjadi tiap tahun. Itu namanya cari aman,” sebut Husaimi, Rabu (6/1).

Husaimi menyebut, Pemprov Riau harusnya berperan aktif untuk mengendalikan harga. Jangan hanya menunggu data yang dilaporkan. Biasanya kenaikan harga salah satunya disebabkan karena adanya permintaan yang cukup tinggi maka peran pemerintah untuk memastikan pasokan aman sehingga harga tetap dapat stabil.

Politisi PPP ini mengatakan, Provinsi Riau harusnya meniru langkah daerah lain yang sudah mandiri memikirkan tujuan jangka panjang dengan menyediakan sendiri kebutuhan pangan untuk masyarakat.

“Di kita ini yang terjadi memang kontrol pemerintah terhadap harga sembako kurang. Kita lihat di daerah lain, Medan misalnya, mereka ada memberikan subsidi transportasi sehingga menekan harga bahan baku, itu harus ditiru,” imbuhnya.

Selama ini, kata dia, kebutuhan beras  disuplai dari Provinsi Sumatera Barat dan Lampung. Padahal pemanfaatan lahan untuk digarap menjadi areal pertanian di Kabupaten Rokan Hilir dan Siak cukup potensial.

“Selain itu Riau tidak mau merubah diri, Rohil punya lahan sawah banyak, Siak juga. Tapi gabahnya dibawa ke Medan. Kenapa tidak mencoba naikan PAD dari potensi yang kita miliki. Dibantu modalnya sehingga gabahnya tidak lagi dibawa ke Medan. Bagaimana beras kita tak mahal karena terjadi selama ada penambahan ongkos, ongkos bahan baku dan bahan jadi. Kalau diproduksi sendiri kan bisa lebih murah,” paparnya.

Terkait kenaikan harga tersebut, Komisi II DPRD Riau bersama dinas terkait akan melakukan sidak pasar pekan depan melihat kendala di lapangan. Sebelumnya, Komisi II DPRD Provinsi Riau turut melakukan kunjungan observasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Gedung Graha Kepri, Batam, pekan lalu.

Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau Zulfi Mursal didampingi Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Riau Husaimi Hamidi, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau lainnya, beserta staf dan tenaga ahli. Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Riau diterima oleh Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Riau Aries Fariandi beserta jajaran.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau Zulfi Mursal menanyakan terkait persiapkan yang dilakukan oleh pemerintah ataupun Disperindag Provinsi Kepulauan Riau dalam menangani kenaikan bahan-bahan sembako di Kepulauan Riau.

Kemudian, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau Mira Roza menanyakan terkait cara yang dilakukan oleh Disperindag Provinsi Kepulauan Riau dalam melaksanakan program pasar murah.

“Jadi bagaimana cara yang dilakukan oleh Disperindag Provinsi Kepulauan Riau dalam melaksanakan program pasar murah? Apakah tidak bentrok dengan pedagang-pedagang pasar terhadap persaingan harga?” tanya Mira Roza.

Terkait harga sembako, Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Riau Aries Fariandi menyebut, saat ini di Kepri tidak ada kendala dan stok juga masih terjaga.

“Berkat stok yang terjaga, stok lama Insya Allah masih cukup sampai Maret. Mungkin kalau tidak ada informasi kedepannya harga-harga di Kepri naik sedikit. Selain itu, untuk menjaga stabilitasi bahan pokok, kami dalam setahun akan melakukan pasar murah 74 kali dan ini bekerja sama juga dengan kabupaten/kota,” jelas Aries Fariadi.

Menanggapi pertanyaan Mira Roza, Aries Fariadi menjelaskan, bahwa pihaknya tidak melaksanakan pasar murah setiap minggunya. Operasi pasar murah, lanjut Aries, dilaksanakan jika terjadi kenaikan harga, seperti pada menjelang bulan Ramadan, Natal dan Tahun Baru dan hari-hari besar.(nda/adv)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

1 hari ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

1 hari ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

1 hari ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

1 hari ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

1 hari ago