Categories: Pekanbaru

Jelang Imlek, Vihara Surya Dharma Dibersihkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang perayaan Imlek 2575 Kongzii yang berlangsung Sabtu (10/2) mendatang, seluruh umat Buddha di Kota Pekanbaru melakukan tradisi membersihkan vihara atau kelenteng.

Salah satu Vihara yang tengah melakukan tradisi bersih-bersih adalah Vihara Surya Dharma Jalan Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (6/2).

Umat Buddha baik tua maupun muda bersama-sama membersihkan seluruh bangunan serta ornamen dan patung dewa yang ada di dalam Vihara Surya Dharma. Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih ini selem beberapa hari terakhir, agar saat perayaan Imlek tahun Naga Kayu seluruh umat bisa melakukan ibadah dengan nyaman dikawasan Vihara Surya Dharma tersebut.

Wakil Ketua Yayasan Vihara Surya Dharma Johny kepada Riau Pos menjelaskan, tradisi bersih-bersih itu rutin dilakukan jelang Imlek. Perayaan Imlek atau Tahun Baru China adalah perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Apalagi dalam penanggalan Cina, Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang adalah tahun Naga Kayu yang memiliki makna simbol kekuatan, keberuntungan, dan kebijaksanaan.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan mulai dari altar suci serta rupang-rupang Buddha dilakukan umat Buddha keturunan Tionghoa yang ada di Kota Pekanbaru.

Aksi bersih-bersih ini juga memiliki sebagai pemurnian diri dari dosa. Makanya dalam proses aksi bersih-bersih altar suci serta rupang-rupang Buddha harus menggunakan air yang telah dicampur bunga sebagai bentuk pemurnian diri atas dosa, sekaligus bentuk penghilangan kebencian dan kebodohan batin.

”Pembersihan altar suci ini kita maknai dengan suatu simbolis bahwa, kita umat Buddha harus memebersihkan diri dari keserakahan, kebencian dan kebodohan batin. Jadi itu semua, itu semua adalah akar dari kejahatan, sehingga itu harus kita lenyapkan di dalam diri kita,” katanya.

Selain bersih-bersih, para umat juga melakukan dekorasi di vihara setempat, agar umat Buddha yang melakukan peribadatan bisa lebih khusyuk.

”Saat ini proses pembersihan sudah berjalan 50 persen, hanya tinggal memasang beberapa ornamen dan lampion di sekitar vihara saja,” ucapnya.

Lanjut Johny saat  ini Vihara Surya Dharma telah berhasil menambah luas tanah di bagian belakang berkat swadaya umat, sehingga kedepannya lahan tersebut akan dibangun gedung serba guna yang dapat digunakan untuk Sekolah Minggu Buddha (SMB), kegiatan kesenian dan barongsai. Kemudian bisa digunakan umat ekonomi menengah ke bawah merayakan pernikahan keluarganya.

”Untuk daya tampung sendiri sekitar 1.000 umat,” ujarnya.(ayi)

Redaksi

Recent Posts

Sambut Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan Jangan Jadikan Sekadar Konten

Buya Yahya ingatkan persiapan utama Ramadhan adalah membersihkan hati dan menyusun rencana ibadah agar bulan…

12 jam ago

Ramadan 2026, Jam Belajar SD dan SMP di Kampar Dipersingkat

Disdikpora Kampar atur jam belajar dan jadwal libur Ramadan 1447 H. PAUD-TK diliburkan, SD dan…

13 jam ago

Damkar Pekanbaru Kerahkan 6 Unit Mobil Padamkan Rumah Terbakar di Jalan Rajawali

Rumah kontrakan kosong di Jalan Rajawali Pekanbaru terbakar. Kerugian diperkirakan Rp180 juta, penyebab masih diselidiki.

15 jam ago

KPK Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau, Terkait Abdul Wahid

KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…

18 jam ago

Satnarkoba Polres Kampar Amankan 132 Paket Sabu, Pelaku Positif Narkoba

Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…

18 jam ago

Bupati Rohul: Zakat Produktif Lewat Z-Auto Ciptakan Ekonomi Mandiri

Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…

22 jam ago