Categories: Pekanbaru

Isolasi 357 Narapidana Positif, Siapkan Blok Khusus

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pasien positif Covid-19 dari klaster Lapas Klas II A Pekanbaru kembali bertambah. Per Kamis (5/11) terdapat penambahan 150 pasien lagi. Sehingga total pasien positif dari klaster lapas menjadi 357 orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Riau Ibnu Chuldun saat konferensi pers tentang perkembangan kasus Covid-19 di Lapas Klas II Pekanbaru bersama Gubernur Riau Syamsuar di Kediaman Gubernur Riau, Kamis (5/11).

"Awalnya ada 207 warga binaan yang ditemukan positif Covid-19, per hari ini (kemarin, red) terdapat penambahan sekitar 150 pasien positif Covid-19," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, jumlah pasien positif Covid-19 tersebut didapatkan dari pemeriksaan sampel swab 1.500 warga binaan dan juga petugas lapas. Di mana hasilnya tidak secara langsung didapatkan, melainkan secara bertahap.

"Hasil pemeriksaan sampel swab yang kami terima bertahap, tidak langsung semua. Karena itu ada dua tahap hasil swab yang kami terima," sebutnya.

Untuk penanganan pasien positif Covid-19 di lapas, ujar Ibnu, pihaknya sudah menyediakan blok khusus untuk tempat isolasi mandiri. Karena pasien positif Covid-19 di lapas didominasi oleh pasien yang tidak bergejala.

"Blok yang kami siapkan itu kapasitas bisa mencapai 500 orang. Kalaupun lebih dari itu, kami pun akan menyiapkan ruangan cadangan seperti gedung pertemuan. Kemudian bagi warga binaan yang negatif kami pindahkan ke rutan anak di Rumbai," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengimbau kepada para keluarga warga binaan tidak perlu resah dengan kondisi yang terjadi di Lapas Klas II A Pekanbaru. Karena semua warga binaan yang positif sudah ditangani dengan baik.

Sementara itu Gubri Syamsuar mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk membantu penanganan pasien positif Covid-19 di Lapas Klas II A Pekanbaru. 

"Saya sudah sampaikan kepada Kakanwil bahwa jika ada pasien positif Covid-19 warga binaan yang bergejala, maka langsung dirujuk ke rumah sakit. Namun tentunya harus dilakukan pengawasan khusus karena status mereka sebagai warga binaan," katanya.(sol)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sempat Lambaikan Tangan Minta Tolong, Pria Misterius Hilang Setelah Lompat ke Sungai Kampar

Pria tanpa identitas diduga melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar. Sempat minta tolong, korban kemudian…

1 jam ago

Emas Hasil PETI Dilelang Kejari Kuansing, Total Berat Capai 124 Gram Lebih

Kejari Kuansing akan melelang 23 pentolan emas hasil kasus PETI yang telah inkrah. Total nilai…

5 jam ago

Zulhelmi Arifin Resmi Jabat Sekko Pekanbaru, Agung Nugroho: Harus Amanah

Zulhelmi Arifin resmi dilantik sebagai Sekko Pekanbaru. Wako Agung Nugroho berpesan agar pejabat baru amanah…

7 jam ago

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur di Pekanbaru, Fitur Baru yang Bikin Berkendara Makin Aman

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro resmi hadir di Pekanbaru dengan tampilan serba hitam dan tambahan…

7 jam ago

HSBL 2026 Masuk Seri Perawang, 8 Sekolah Siap Adu Gengsi di GOR Tualang

HSBL 2026 memasuki seri kelima di Perawang. Delapan sekolah siap bersaing dalam basket putra, putri,…

7 jam ago

BK DPRD Riau Belum Panggil Parisman dan Indra Gunawan Eet, Masih Ada Dinamika Internal

BK DPRD Riau belum menjadwalkan pemanggilan Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet terkait dugaan pelanggaran…

11 jam ago