Categories: Pekanbaru

Biaya Pengolahan Darah Rp360 Ribu

(RIAUPOS.CO) — Donor darah adalah kegiatan mendonorkan darah secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah kepada masyarakat yang membutuhkan. Kendati diberikan secara sukarela, untuk mendapatkan sekantong darah, pasien yang memerlukan darah harus melakukan pembayaran sebesar Rp360 ribu.
Hal ini dibenarkan oleh salah seorang karyawan Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Pekanbaru Tessa saat bertugas di agenda donor darah di pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKBM) Universitas Riau (Unri), Senin (5/8).
Ia membantah adanya anggapan masyarakat jika terjadi penjualan darah oleh UTD. Dijelaskannya, biaya administrasi yang dikeluarkan untuk mendapatkan sekantong darah tersebut adalah biaya pengganti pengolahan darah. Sebab, darah harus melalui berbagai proses yang membutuhkan biaya tidak sedikit sebelum akhirnya ditransfusikan.
“Biaya itu sudah peraturan se-Indonesia. Soalnya ini tidak ditanggung pemerintah, alatnya mahal, kantong darahnya juga mahal, ini kantongnya dari luar negeri. Khusus, biar darah tidak mengental,” tutur Tessa.
Tessa menyebutkan, darah pendonor akan diperiksa apakah memenuhi persyaratan untuk donor atau tidak. Darah harus dipastikan bebas dari empat penyakit menular yaitu hepatitis, sifilis, HIV/AIDS dan malaria sebelum ditranfusikan. “Alat-alatnya juga mahal dan ada yang hanya bisa sekali pakai. Ada cek penyakit yang kalau dicekkan langsung ke rumah sakit bisa sampai Rp3,5 juta. Kalau donor gratis,” sebutnya.
Selain itu, Tessa juga menekankan tidak ada jual beli darah yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan UTD. Biaya yang dikeluarkan tersebut adalah biaya pengganti proses pengolahan darah (BPPD). “Donor itu gratis dan kami tidak ada menjual darah,” pungkasnya.
Terpisah, seorang dokter dari UTD Kota Pekanbaru Budi menjelaskan jika donor darah dapat memberikan kesehatan bagi pendonor sehingga aktivitas akan lebih ringan juga akan mendapatkan pahala karena telah membantu orang lain.
“Kalau darah kita encer, kita akan ringan bekerja, semakin sehat dan dapat pahala,” kata Budi saat bertugas dalam agenda donor darah di CFD beberapa waktu yang lalu.
Budi menambahkan, jika masyarakat membutuhkan darah dapat mengunjungi UTD Kota Pekanbaru di Jalan Diponegoro dengan membawa surat keterangan dari rumah sakit juga darah pengganti untuk menjaga ketersediaan darah di UTD.
“Bisa datang langsung ke UTD atau rumah sakit lagsung yang datang ke PMI. Kalau mau donor juga bisa langsung ke sana,” tambahnya.(*2/yls)

Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

7 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

8 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

8 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

8 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

9 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

20 jam ago