Categories: Pekanbaru

Pemko Tak Bisa Berikan Bantuan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seratusan pengungsi asal Rohingya masih bertahan hidup di atas trotoar Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Kecamatan Bukit Raya, Mereka kerap meminta bantuan kepada pengendara yang melintas untuk memenuhi keperluan hidup mereka seperti makan. Pemko Pekanbaru sendiri mengaku tidak bisa memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Pantauan Riau Pos, Ahad (5/5), para pengungsi kerap menadahkan tangan ke pengendara yang melintas untuk mendapatkan belas kasihan. Bahkan, saat ada pengendara yang memberikan bantuan berupa makanan cepat saji, para pengungsi langsung menyerbu.

Salah seorang warga Kecamatan Bukit Raya Erni yang pernah memberikan makanan untuk para pengungsi Rohingya mengaku, ia awalnya hanya memberikan nasi bungkus kepada para pengungsi Rohingya yang membuat gubuk di pinggir jalan.

”Saat itu hanya beberapa gubuk saja yang dibuat, namun ternyata saat ini semakin banyak gubuk pengungsi Rohingya yang dibangun di badan jalan sehingga sangat membuat masyarakat kasihan dengan kondisi mereka,” katanya, kemarin.

Ia berharap pemerintah bisa membantu mereka agar tidak terlantar di jalan dan kelaparan. ”Setidaknya kembalikan mereka ke pengungsian agar tidak terlunta-lunta di jalan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara motor Kemal yang mengaku sangat iba dengan kondisi para pengungsi Rohingya. Namun sebagai masyarakat dirinya berharap adanya langkah tegas dari pemerintah kota agar para pengungsi Rohingya tersebut tidak lagi membuat bangunan liar di atas trotoar yang akan menganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

”Saya pribadi rasanya iba dengan kondisi mereka, tapi bagaimana lagi, kalau seperti ini dibiarkan akan malah menjadi masalah tersendiri bagi Kota Pekanbaru, apalagi mereka membangun gubuk di pusat kota Pekanbaru yang kerap dilintasi para pendatang,” ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru belum lama ini melakukan peninjauan terhadap warga negara asing (WNA) Rohingya yang mendirikan gubuk dan tinggal di belakang Purna MTQ Pekanbaru dan berada di depan  Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Pekanbaru.

Menurut Kepala DKP Kota Pekanbaru Maisisco, dirinya bersama Kasatpol PP Zulfahmi Adrian melakukan pemantauan terhadap gubuk yang dibangun oleh para pengungsi Rohingya dan sangat prihatin, karena mereka makan apa adanya. Meksipun begitu, dikatakan Masisco, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu para pengungsi Rohingya tersebut karena para pengungsi tidak memiliki dokumen apa pun. Hal itu, sebutnya akan berbenturan dengan aturan yang ada.

Meksi secara pribadi, Masisco mengaku merasa prihatin dengan kondisi para pengungsi. Apalagi banyak anak-anak di berkeliaran di jalan.

Meski tidak bisa memberikan bantuan secara langsung, lanjut Masisco, Pemerintah Kota Pekanbaru akan membantu menyampaikan kepada pihak yang berwenang yakni UNHCR terkait bantuan makanan untuk mereka.

”Setidaknya sebagai pemerintah menyampaikan kepada UNHCR terkait makan. Jangankan untuk makan, rumah tinggal saja mereka tidak ada,” jelasnya.

Ia tambahkan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga meminta agar UNHCR segera menyediakan tempat tinggal bagi para pengungsi. Pasalnya, keberadaan mereka di atas trotoar jalan sudah dipastikan melanggar ketertiban umum.

”Kalau dari segi pemandangan tentu menggangu ketertiban umum, karena berada di sepanjang trotoar. Karena itu UNHCR harus mengambil langkah-langkah untuk membantu masalah pangan dan tempat tinggal mereka,” tegasnya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

3 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

3 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

3 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

4 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

4 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

5 jam ago