remaja terjaring patroli gabungan saat balap liar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polresta Pekanbaru memastikan akan meningkatkan intensitas razia balap liar. Hal ini seiring masuknya bulan suci Ramadan 1445 H yang biasanya sering dimanfaat para remaja dan pemuda untuk balap-balapan di jalan saat tengah malam hingga dini hari.
Razia sudah dimulai sejak akhir pekan lalu. Di mana Polresta dan Polsek jajaran mengamankan 47 kendaraan yang diduga terlibat balap liar, menggunakan knalpot brong dan tanpa surat-surat diamankan.
Kapolresta Pekanbaru melalui Kasat Lantas Kompol Alvin Agung Wibawa memastikan pihaknya akan terus melakukan patroli untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di Kota Pekanbaru. Terutama selama Ramadan.
”Operasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku balap liar dan juga mereka yang terindikasi sebagai geng motor,” sebut Kompol Alvin.
Lebih lanjut, Kompol Alvin mengimbau kepada masyarakat kota Pekanbaru untuk tertib dalam berkendara dan tidak kebut-kebutan di jalan raya. Apalagi sampai melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
”Mari bersama-sama kita ciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Pekanbaru. Apalagi kita segera memasuki bulan suci Ramadan, mari sama-sama kita jaga ketentraman bersama di kota yang kita cintai ini,” tutup Kompol Alvin.(end)
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…
Kecelakaan dua sepeda motor di Jalan Diponegoro Pekanbaru menyebabkan lima remaja terluka dan dilarikan ke…
Bupati Rohul menegaskan dukungan penuh kepada APH memberantas narkoba usai warga Desa Bonai resah peredaran…
Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.