Categories: Pekanbaru

Data BLT Covid-19 Tak Jelas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ke warga miskin terdampak Covid-19  tak jelas dan belum terealisasi. Hingga  kini, bantuan masih terkendala data calon penerima yang dihimpun Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, Senin (4/10) mengatakan penyaluran BLT tergantung dari Dinsos Kota Pekanbaru. Karena dinas tersebut yang melakukan pendataan bagi calon penerima BLT.

Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan dinas terkait untuk segera merampungkan data. Agar BLT Covid dapat disalurkan bagi warga miskin yang terdampak. "Kemarin sudah disuruh gesa laporannya (data calon penerima bantuan, red). Sudah berulang kali saya suruh gesa," ucap Sekdako dengan nada kesal.

Jamil menyebut, bahwa dinas terkait beralasan ada permasalahan saat pendataan. Mereka mengaku data dari RT/RW setiap kelurahan lambat masuk ke Dinsos Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa lambatnya pendataan yang dilakukan oleh Dinsos Kota Pekanbaru bakal menjadi bahan evaluasi. Seharusnya dinas tersebut dapat bekerja lebih cepat, apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini. Jamil mengaku bakal mengevaluasi Kepala Dinsos Pekanbaru.

"Ini jadi pertimbangan (evaluasi kinerja, red). Apa yang saya sudah sampaikan tentu akan jadi pertimbangan semuanya," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kota Pekanbaru Mahyudin bungkam. Upaya konfirmasi yang dilayangkan melalui sambungan telepon tak direspon.

Jumlah BLT rencananya di kisaran Rp1 juta per Kepala Keluarga (KK). Namun jumlah ini masih perkiraan dan belum diputuskan. Jumlah bantuan nantinya tergantung kemampuan keuangan daerah.

Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru 2021. Warga penerima bantuan adalah mereka yang memiliki kepala keluarga positif Covid-19 dan melakukan isolasi terpusat (Isoter) di fasilitas pemerintah. (lim)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

11 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

11 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

12 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

13 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

13 jam ago