Penampakan angkutan kota (angkot) listrik yang dinamai Oplet Pekan di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Selasa (3/12/2024). Oplet Pekan akan diluncurkan Kamis (5/12/2024). (Dishub Kota pekanbaru untuk Riau Pos )
RIAUPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru pada 5 Desember besok akan meluncurkan uji coba penyelenggaraan angkutan umum berbasis listrik di Kota Pekanbaru. Dishub akan memberdayakan masyarakat sekitar tempat angkot listrik beroperasi untuk menjadi petugas dan sopir angkot listrik.
Ada empat unit angkot listrik yang dioperasikan pada tahap uji coba ini nantinya dengan sejumlah titik penjemputan dan rute pemberhentian. Selama dua bulan ke depan, angkot listrik ini akan melayani penumpang secara cuma-cuma alias gratis.
Angkot listrik tersebut akan beroperasional di kawasan Panam tepatnya di Jalan Swakarya atau Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Angkot listrik ini akan mengangkut mengantarkan penumpang dari permukiman menuju halte bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) terdekat.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Khairunnas mengatakan, pihaknya selama dua bulan tersebut akan menggratiskan kepada penumpang. Hal tersebut juga sebagai bentuk sosialisasi sebelum nantinya mulai dioperasikan dengan tarif normal.
Dishub juga menghindari munculnya kecemburuan sosial dengan ojek konvensional yang berada di kawasan kawasan Jalan Swakarya atau Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani yang khawatir omzet mereka turun jika angkot listrik beroperasi.
Khairunnas menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi dan juga koordinasi dengan pihak kemacetan, kelurahan, maupun masyarakat.
”Nantinya kan, akan ada dampak sosialnya, terutama kan kepada pihak yang ada disitu seperti ojek konvensional. Kami coba sosialisasikan dan akan merangkul mereka dengan mengajak mereka bekerja sama dengan kami. Mungkin bisa menjadi sopirnya atau menjadi petugas (angkot listrik, red). Nanti kami cari solusinya,” ujar Khairunnas, Selasa (3/12).
Ia mengungkapkan, uji coba ini dilakukan untuk melihat antusiasme warga dalam memanfaatkan layanan tersebut. Sehingga dapat dievaluasi, apakah warga memang membutuhkan angkutan tersebut atau tidak.
Khairunnas menambahkan, untuk total jumlah muatan angkot listrik tersebut berjumlah sebanyak 10 orang dewasa. Sementara terkait anggaran perawatan angkot listrik itu akan ditanggung oleh pihak ketiga. “Kalau untuk anggaran perawatan, operasional maupun adanya tarif gratis selama dua bulan ini nantinya akan ditanggung oleh pihak ketiga,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, angkutan Oplet Pekan merupakan inovasi yang telah dicanangkan Pemko Pekanbaru sejak beberapa tahun lalu. Tujuannya adalah untuk memudahkan warga mengakses layanan Bus TMP.
Angkutan listrik berupa feeder ini diwacanakan akan masuk ke jalan-jalan pemukiman untuk mengangkut warga yang ingin menuju halte bus TMP. Angkutan ini menjawab aspirasi masyarakat yang merasa kesulitan menjangkau halte bus karena jarak dari rumah yang cukup jauh.(dof)
Laporan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru
Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…