Categories: Pekanbaru

Disketapang Gelar Bazar Sembako

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Guna memutus mata rantai tengkulak yang membuat harga bahan pokok di pasaran meroket, Kamis (3/12) Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru mengadakan bazar sembako di halaman kantor Jalan Cut Nyak Dien. 

Puluhan pedagang yang merupakan petani lokal tampak menjajakan produksi olahannya kepada para pembeli. Produk bazar murah yang di perjual belikan di area tersebut di antaranya, 1 liter minyak goreng, 5 kilogram (kg) beras, 1 kg gula, 1 kg tepung dan 5 bungkus mie instant, serta produk olahan petani lainnya. Seperti kue ubi, buah pisang dan ayam kampung siap santap.

Aini, salah seorang pembeli merasa terbantu dengan adanya bazar ini. "Terbantu dengan bazar sembako ini. Cuma di sini belum terlalu lengkap barangnya. Kalau bisa, cabe dan yang lainnya juga disediakan di sini. Agar kami rakyat kecil bisa semakin terbantu," ucapnya yang bekerja sebagai buruh cuci ini .

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahana Pangan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan Sp MSi, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna memutus mata rantai tengkulak yang selalu menyengsarakan para penjual dan juga pembeli.

Selain itu, untuk bazar murah pertama kali dibuat tersebut, tetap menerapakan protokol kesehatan. Diawasi langsung oleh petugas Satpol PP Kota Pekanbaru.

"Kita hanya buka setiap hari Kamis mulai pukul 08.00 pagi dan selesai pukul 11.00 siang. Kami juga membatasi warga yang ada di sekitar area. Maksimal hanya 50 persen saja dulu yang boleh masuk untuk berbelanja. Agar tidak terjadi kontak fisik antara pedagang dan pembeli," ucapnya 

Lanjut Alek, untuk produk yang dijual di area tersebut merupakan produk hasil kelola petani lokal. Di antaranya kacang koro dari kelompak Tani Amal Bersatu, Kelompok Wanita Tani Muslimah dan masih banyak lagi.

"Untuk paket sembako,  mulai dari beras, minyak makan, mie instan dan lainnya kita buat berupa paket. Harga perpaketnya Rp95 ribu. Untuk pembayarannya juga kita buat minim kontak fisik," terangnya.(ayi)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

5 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

6 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

8 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

9 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

9 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

9 jam ago