Categories: Pekanbaru

Investor Korsel Jajaki  Pengelolaan Energi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Pengelolaan sampah Kota Pekanbaru untuk diolah menjadi energi listrik menarik investor dari Korea Selatan untuk datang. Jika terealisasi, nilai investasi yang akan masuk berada di kisaran angka 200 juta Dolar AS. 

Rombongan investor Korsel ini melakukan penjajakan dengan menggelar pertemuan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Rabu (2/10). Kunjungan yang terjadi merupakan bagian kunjungan kedua. 

Hadir mewakili Pemko Pekanbaru OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP).

 ’’Nilai investasi yang rencananya ditanamkan sebesar  200 juta Dolar AS. Ini kunjungan yang kedua mereka lakukan,’’ kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Masirba H Sulaiman, Kamis (3/10). 

Ia melanjutkan, kedatangan kedua ini menunjukkan niat investor yang serius untuk menggarap potensi sampah di Pekanbaru menjadi energi listrik.’’Karena keseriusan mereka untuk pengolahan sampah menjadi energi alternatif, yang masuk dalam Peraturan Pemerintah 35 tahun 2018 tetang Energi Terbarukan,’’ imbuhnya. 

Lebih jauh disampaikannya, investor ini sebelumnya sudah melakukan kajian di wilayah Batam. Usai Batam, mereka melakukan kajian di Kota Pekanbaru terkait pengelolaan sampah. ’’Pekanbaru masuk dalam 18 daerah di Indonesia, maka mereka dari Batam, kemudian Batam sedang mereka feasibility study, bulan ini mereka FS di Pekanbaru. Mereka ini FS-nya biaya sendiri. Hasilnya diperkirakan bulan April, itu akan dipresentasikan lagi,’’ urainya. 

Dari presentasi yang dilakukan nantinya, barulah dapat dilhat kelanjutan rencana berinvestasi yang akan dilakukan. ’’Dalam pertemuan, ada regulasi baru yang disampaikan kepada investor.  Bahwa pemerintah ada memberikan insentif kepada daerah, kalau tidak salah itu lebih kurang 500 ribu insentif yang diberikan per ton untuk pengolahan (sampah, red) ini,’’ jelasnya.

Dengan insentif ini, nantinya pengolahan sampah menjadi energi di Pekanbaru tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru.’’Artinya ketika ada pihak ketiga yang datang ke kita, kita tidak memberatkan APBD lagi. Seperti arahan Pak Wali beberapa waktu lalu,’’ imbuhnya. 

Disampaikan juga, dengan volume sampah di atas 1.000 ton, diperkirakan investor Korsel ini bisa menghasilkan lebih kurang 24 megawatt.(ali)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

6 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

6 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

7 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

7 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

1 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

1 hari ago