PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, dimanfaatkan oleh anak-anak setempat menjadi arena bermain, Selasa (4/8) siang.
Di luar semua masalah yang muncul dari banjir, sosok mungil itu seakan tak bergeming, ya mereka adalah anak-anak yang tak ikut larut dalam duka nestapa para orang tua.
Anak-anak yang merupakan warga setempat tersebut justru tampak bersenang-senang dengan datangnya banjir yang melanda tempat tinggalnya. Tak peduli sekotor apapun air yang menggenangi jalan tersebut, mereka terlihat asyik bermain di tengah genangan air.
Dengan santainya, puluhan anak tersebut berenang di air banjir tepatnya di Jalan Bintara, Pekanbaru. Ada yang memakai baju pelampung hingga memanfaatkan styrofoam bekas perabotan sebagai pelampung.
Beberapa di antaranya juga tampak berlarian di tengah ketinggian banjir setinggi setengah meter, bahkan mereka juga sesekali berenang di parit-parit kecil yang tergenang.
Keceriaan bocah yang masih polos itupun terpancar saat ada mobil yang melintas. Sebab, akan timbul gelombang di tengah banjir yang mereka anggap sebagai ombak.
"Eh ada ombak, ada ombak. Kejar, kejar," teriak gerombolan anak-anak tersebut kegirangan.
Tingkah para bocah itu juga kontras dengan ibunya yang tertegun di pintu rumah mengawasi. "Awas jangan tarik-tarik," teriak seorang perempuan mengingatkan anak-anak yang sedang bermain.
Kawasan ini dulunya merupakan komplek purnawirawan yang memang menjadi langganan banjir setiap hujan deras melanda. Pada 2020 ini, sudah 4 kali banjir besar melanda kawasan tersebut.
Warga setempat, Alfiandi (60) mengatakan bahwa ketika hujan deras sudah datang, dapat dipastikan rumah warga pasti terendam.
"Kami sudah sering merasakan banjir ini. Sampai kami juluki ini kampung terendam," tuturnya.
Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.