Categories: Pekanbaru

Galian Saluran Gas Diprotes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Nampaknya jalanan Kota Pekanbaru tidak bisa berlama-lama mulusnya, sepertinya harus ada dirusak minimal dalam setahun itu dua sampai tiga kali untuk pekerjaan galian.

Kondisi ini mendapatkan protes dari masyarakat setempat, lalu kepada DPRD Kota Pekanbaru dilaporkan supaya pekerjaan ini tidak lagi merusak jalan.

"Sepertinya jalanan di Kota Pekanbaru tidak bisa lama-lama mulusnya, ada aja proyek yang merusak jalan, aneh juga izinnya dari mana itu?" ujar Ridwan warga Jalan Garuda, Marpoyan Damai kemarin.

Ada sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru yang digali akibat adanya projek pipa gas. Kondisi dari galian itu membuat jalan sempit macet, seperti di Jalan Garuda. Lalu jalan Semangka/Amilin, dan sejumlah jalan lainnya.

"Sebelumnya juga ada galian kabel, dan setelah selesai jalan rusak tidak diperbaiki seperti semula, malah menjadi tempat genangan air. Seharus ini yang seperti ini diawasi oleh pemko," ujar Masdar warga Sukajadi.

Kondisi jalan yang digali untuk kepentingan proyek ini menjadi keluhan masyarakat, minta kepada pemerintah untuk mencari alternatif lain dengan tanpa merusak jalan yang sudah bagus. "Soalnya sekarang jalan rusak saja suka lama diperbaiki, kok jalan bagus yang digali," tambah Idris pengusaha warung di Jalan Garuda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono mengakui ada juga laporan dan keluhan masyarakat soal galian itu.

"Ini menjadi atensi kami, dan kami akan panggil kontraktornya, untuk mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan saat ini," ungkap Sigit.

Kata Sigit lagi, kebanyakan masyarakat menyebutkan jalan galian saluran gas itu mengerikan jika dilintasi malam hari, karena ada yang tidak diberi  tanda. "Kita minta agar kontraktor proyek ini untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan ini lapangan," katanya.

Karena sudah banyaknya keluhan masyarakat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dahulu secara internal di Komisi IV, lalu baru diputuskan kapan akan dipanggil hearing. "Dalam hearing nanti tentu kita panggil PU-nya, dan juga kontraktornya. Juga akan kita pastikan apa tidak ada cara lain selain digali," tutur Sigit.(ade)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tukang Ojek di Bengkalis Dibacok Penumpang, Kepala dan Tangan Terluka

Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…

19 jam ago

Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Gantikan

Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…

20 jam ago

3.500 Pramuka Ikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru, Wako Dorong Aksi Nyata

Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…

20 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Tebal, Citilink QG936 Sempat Berputar Sebelum Mendarat

Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…

21 jam ago

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

2 hari ago