Categories: Pekanbaru

Drainase Tersumbat, Air Genangi Badan Jalan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meski terus mendapatkan keluhan dari masyarakat dan pengendara, namun drainase yang tersumbat di Jalan KH Ahmad Dahlan masih dibiarkan oleh pekarja proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Belum ada tanda-tanda akan dilakukan pengerukan.

Pantauan Riau Pos, Senin (3/1) tampak sejumlah pengendara yang melintas harus berusaha keras menerobos genangan air di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi. Pasalnya, air yang meluap dari drainase yang tersumbat akibat sedimentasi itu membuat pengendara motor kesulitan untuk melintas.

Bahkan tak jarang, pengendara motor yang melintas terpaksa harus membiarkan kakinya terkena air kotor berlumpur agar tidak masuk ke dalam lubang yang juga mulai menganga di tengah jalan.

Tak hanya itu, sejumlah gundukan pasir timbun yang dikeluarkan oleh para pekerja dari dalam galian proyek untuk menutupi lubang tak luput membahayakan keselamatan pengendara motor dan mobil yang melintas. Pasalnya, tumpukan pasir tersebut malah semakin menyakitkan pengendara karena sangat licin dan tidak rata.

Salah seorang pengendara motor dan mengaku kesal dengan pembangunan proyek SPALD-T yang tak kunjung memberikan perubahan yang signifikan bagi pengendara motor yang melintas. Bahkan menurutnya, badan jalan yang rusak dibiarkan semakin rusak dan membuat pengendara yang melintas kesulitan. Belum lagi, genangan air dan lumpur yang menggenangi badan Jalan KH Ahmad Dahlan juga kerap membuat jalan tersebut menjadi macet total.

"Ini airnya yang keluar deras dari dalam drainase. Pekerja bukannya mengeruk agar aliran air dan lumpurnya tidak meluber ke badan jalan, malah dibiarkan begitu saja sampai menggenang. Kita yang mau lewat jadi susah," kata dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ari salah seorang pekerja di salah satu toko bengkel di Jalan KH Ahmad Dahlan.

Dirinya bersama para pekerja sengaja meletakan sejumlah alat di atas lantai teras bengkel agar pengendara motor tidak bisa melintasinya, agar teras tempatnya bekerja tidak semakin rusak karena banyak pengendara motor yang berusaha menghindari lubang akibat pembangunan SPALD-T.

"Sengaja ditutup jalannya biar teras kami tidak rusak. Karena banyak pengendara yang sengaja naik ke atas teras," ucapnya.(lim)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

41 menit ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

12 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

16 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

22 jam ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

2 hari ago