Categories: Pekanbaru

Suami Ditangkap 18 Jam setelah Bunuh Istri

KOTA (RIAUPOS.CO) — Polresta Pekanbaru bersama dengan Polsek Rumbai mengusut tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain (pembunuhan) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Rumbai. Penangkapan terhadap pelaku pun memakan waktu 18 jam.
Perkara tepatnya terjadi di Jalan Toman, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai. Di rumah itulah, ARH menikam istrinya Hernita Krisdayanti.
Kapolsek Rumbai Iptu Viola Dwi Anggraini didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaludin Syam menyampaikan, kejadian tersebut terjadi pada 30 Juni 2019, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Informasi yang didapat dari Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Slamet, telah terjadi penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan. ‘’Oleh karena itu, kami dari Satreskrim beserta tim opsnal mendatangi TKP. Berdasarkan koordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Rumbai dan keterangan saksi, diduga yang melakukan pembunuhan adalah suaminya sendiri,’’ jelasnya pada Selasa (2/7), saat konferensi pers di Polresta Pekanbaru.
Hasil keterangan dari saksi, pelaku pergi ke arah utara. Pada malam itu juga, Polres dan Polsek berbagi tugas. ‘’Yang mengurus jenazah dengan autopsi yaitu Polsek Rumbai. Sedangkan Polres melakukan pengejaran tersangka ke arah utara yaitu Minas, Kandis sampai ke Medan,’’ jelasnya.
Sebab ada informasi yang bersangkutan akan pergi ke Sumatera Utara. Sehingga dilakukan pengejaran sampai ke Simpang Gelombang. ‘’Sesampainya di sana, kami menanyakan pada warga. Katanya sempat masuk ke arah Rokan Hulu, namun berbalik arah lagi ke Duri. Kami pun melakukan perjalanan ke Duri sampai akhirnya ke Simpang Telkom yang dirasa sudah lebih cepat daripada tersangka. Hingga kami menunggu di Simpag Telkom,’’ sebutnya.
Kemudian, setelah menunggu yang bersangkutan lewat, polisi melihat tersangka. Pada saat itu dilakukan penangkapan dengan cara upaya paksa karena tersangka berada di atas motor dan polisi berada di mobil.
‘’Sampai saat ini belum ditemukan unsur berencana. Kami masih menjerat tersangka dengan pasal 388, bahwa kejadian secara spontanitas. ARH terancam 15 tahun kurungan penjara. Diduga pembunuhan karena rasa cemburu. Sebab saat tersangka mengantar istrinya ke tempat kerja, tidak selalu sampai ke tempat kerja, hanya di depan gang saja. Begitu juga saat sedang menjemput,’’ ucapnya.
Begitu sampai di rumah, katanya istri selalu marah-marah. Kejadian tersebut tidak hanya sekali dua kali saja. Itulah yang mengakibatkan tersangka khilaf, sehingga melakukan pembunuhan.
Sementara saat tersangka ditanya perihal menghabisi istrinya, katanya di saat sedang bermain HP dan duduk bersama. Kemudian ada yang menelpon. ‘’Kemudian istri saya bilang dengan mengancam, kalau ada masalah jangan kau lapor-lapor sama orangtua saya atau abang saya. Dia pun mengangkat mulut saya, dengan mengatakan bahwa ini tidak bercanda,’’ ucapnya.
ARH memperjelas, kenapa setiap kali ada yang menelpon tidak boleh tahu. Dari situlah muncul kecurigaan ARH kepada sang istri, selama empat bulan terakhir. ’’Karena dia duluan mencekik, saya pun akhirnya mencekiknya. Saya khilaf karena istri saya malah meninggal. Kemudian saya tutup mukanya dengan sarung,’’ dalihnya.
Pada saat melakukan pembunuhan, di dalam rumah pun terdapat anaknya yang sedang tidur di samping korban. ‘’Umur anak saya 2 tahun tujuh bulan dan satunya lagi lima tahun,’’ jelas ARH.(*3)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

5 jam ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

1 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

1 hari ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

1 hari ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

2 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

2 hari ago