Categories: Pekanbaru

Ratusan Anak Masih Alami Tengkes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mendata, masih ada sekitar 250 anak di Kota Bertuah yang mengalami tengkes atau stunting.

Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, jumlah tersebut didapati setelah melakukan pengukuran terhadap anak-anak yang berisiko terhadap stunting yaitu berkisar dari 50 ribu anak di Kota Pekanbaru.

Hal ini, sebut Amin menunjukkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di mana Kota Pekanbaru mengalami angka prevalensi stunting dari 16,8 persen turun menjadi 8,7 persen.

”Kalau kita hitung persentasenya tentu itu sangat sedikit sekali dari 50 ribu,” katanya.

Lanjut Amin, guna menekan angka tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan tetap melanjutkan sejumlah program-program penanganan stunting di antaranya dengan melanjutkan program Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Program BAAS ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Program penanganan stunting di Kota Pekanbaru masih sama dengan tahun sebelumnya. Ada upaya penyuluhan, peningkatan kehadiran di posyandu hingga BAAS,” jelasnya.

Dikatakan Amin lagi, program tersebut terdiri dari  kampung sehat, peningkatan kehadiran masyarakat di posyandu, penyuluhan stunting kepada masyarakat, penyuluhan pola asuh, dan juga BAAS.

Pihaknya juga menggandeng pihak ketiga untuk membantu memberi makanan bergizi kepada anak yang terdampak dan berisiko stunting.

”Kami juga masih dibantu oleh beberapa pihak ketiga tentang pemberian makanan bergizi kepada anak yang terdampak stunting atau risiko stunting,” sebutnya.

Sementara, terkait program BAAS akan diberikan kepada mereka betul-betul prioritas paling utama. Program BAAS akan diprioritaskan kepada anak yang usia 2 tahun ke bawah.

”Kadang ada anak yang stunting diakibatkan oleh pola asuh. Kadang ada juga karena kesehatan, tentu kita bantu dengan program Universal Health Coverage (UHC) dari program prioritas Pemko Pekanbaru,” katanya.(yls)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Penuh Tawa dan Energi, Roadshow Kopi Good Day Hibur Siswa SMKN 4 Pekanbaru

Roadshow Kopi Good Day Goes to School hadir di SMKN 4 Pekanbaru, menghadirkan hiburan, kreativitas,…

18 jam ago

PKL Jualan Lewat Jam 01.00 WIB di Rohul Siap-siap Ditertibkan

Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…

18 jam ago

Pencurian Sawit dan Narkoba Dominasi Perkara di PN Bangkinang

Kasus pencurian sawit dan narkoba mendominasi perkara di PN Bangkinang. Dari 3.532 perkara masuk, sebagian…

19 jam ago

Jalan Langgam–Lubuk Ogung Rusak Parah, Truk Bertonase Berat Disorot

Jalan Langgam–Lubuk Ogung rusak parah akibat truk bertonase berat. Warga desak perbaikan dan penindakan tegas…

19 jam ago

Efisiensi Anggaran, Ratusan Mahasiswa PKH Siak Alami Tunda Bayar

Sebanyak 667 mahasiswa PKH di Siak terdampak tunda bayar UKT dan biaya hidup akibat efisiensi…

19 jam ago

Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

Realisasi investasi Meranti 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun. Atas capaian itu, Pemprov Riau…

20 jam ago