Categories: Pekanbaru

Petani Swadaya Paling Banyak Dapat Jatah Replanting

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tahun ini, Provinsi Riau mendapatkan jatah bantuan dana untuk replanting perkebunan kelapa sawit seluas 24 ribu hektare. Dari total 24 ribu hektare tersebut, yang mendapatkan jatah paling banyak yakni para petani kelapa sawit swadaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, banyaknya jatah bagi petani swadaya tersebut dikarenakan replanting bagi petani plasma sudah banyak berjalan dan tidak ada kendala yang dihadapi. Sedangkan petani swadaya masih ditemukan adanya kendala.

"Dari 24 ribu hektare, potensi besar sawit yang di-replanting milik petani swadaya yakni lebih dari 60 persen, selebihnya baru kebun sawit plasma atau yang selama ini sudah bermitra," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk pelaksanaan replanting petani plasma lebih mudah dilakukan karena dari sisi persyaratan lebih lengkap. Seperti sudah berkelompok, memiliki legalitas lahan yang jelas dan tidak terpencar.

"Sedangkan petani swadaya bertolak belakang dengan petani plasma, mereka tidak berkelompok dan cenderung berpencar, dan legalitasnya juga banyak yang tidak ada," ujarnya.

Untuk itu, pihak Disbun pernah menyarankan ke pemerintah pusat agar regulasi persyaratan petani swadaya dan plasma dibedakan untuk program replanting. Tujuannya agar realisasi program ini tinggi.

"Artinya ada semacam solusi lain untuk petani swadaya mendapatkan program peremajaan ini, sehingga kuota replating sawit petani swadaya bisa terpenuhi," sebutnya.

Persoalan lain, menurut Ahmad Syah yakni,  petani swadaya masih ada sisa utang di bank. Sehingga kalau sawit mereka di-replanging dikhawatirkan tidak bisa bayar. Kemudian juga petani swadaya ini tidak memiliki sumber penghasilan lain jika sawitnya ditebang.(sol)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

13 jam ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

13 jam ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

13 jam ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

13 jam ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

1 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

1 hari ago