Categories: Pekanbaru

Tak Jera, PKL Sebabkan Kemacetan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — MEMASUKI musim liburan awal tahun 2020, sejumlah pedagamg kaki lima (PKL) dan parkir liar mulai marak di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bertuah. Bahkan, keberadaan mereka sering membuat risau para pengendara, karena menyebabkan ruas jalan semakin sempit dan macet.

Seperti yang terjadi di Jalan Tuanku Tambusai tepatnya di depan Mall SKA. Kamis (2/1). Pantauan Riau Pos, terlihat belasan gerobak motor yang dimiliki para pedagang kaki lima berjejer di pinggir jalan tersebut, tak jauh dari halte Trans Metro Pekanbaru.

Tampak juga sejumlah penjaga parkir liar yang mengatur puluhan motor milik pengendara roda dua yang berhenti untuk berbelanja di pinggir jalan tersebut. Bahkan, para pengendara roda dua hingga roda empat terpaksa harus menurunkan kecepatan kendaraannya agar dapat melintasi jalan tersebut.

Lasma salah seorang pengendara roda dua yang melintas di jalan tersebut menuturkan, keberadaan para pkl dan juga parkir liar di ruas jalam tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan pengendara.

Apalagi, saat memasuki waktu jam makan siang serta pulang kantor. Ruas jalan yang sempit dimakan oleh parkir liar dan juga pkl sering membuat pengendara kesal dan sempat adu mulut dengan mereka.

"Saya sudah lama kesal dengan keberadaan mereka. Apalagi semenjak musim liburan seperti sekarang ini, bukannya tertib malah seenaknya saja memarkirkan motor pengendara lain dibadan jalan," ucapnya.

Ia berharap, pihak yang berwenang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga pengendara yang ingin melintas dapat lebih aman dan nyaman.

Hal yang sama juga diutarakan Edhy salah seorang pengendara mobil. Menurutnya, keberadaan pkl dan parkir liar dikawasan tersebut sudah selayaknya mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Pasalnya, akibat banyaknya pedagang dan juga parkir liar ruas jalan tersebut sering dialihkan sehingga membuat pengendara harus menempuh waktu yang lama untuk sampai ketujuan.

"Iya ini macet dari depan Living World, karena jalan didepan sana dialihkan akibat banyak PKL sama parkir liar. Kita sudah capek seharian kerja ini malah harus bermacet-macet pula didepan sini," katanya.

Sementara itu, tu saat dikonfirmasi Kabid Ops dan Tibmas Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto SSTP mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penertiban dilokasi tersebut dan menghimbau para pedagang agar memindahkan dagangannya dan tidak lagi membuat kemacetan dilokasi tersebut.

"Setiap hari sudah kita lakukan peringatan dan himbauan kepada PKL tersebut. Tapi karena anggota kita pada akhir tahun lalu bergeser ke pengamanan natal dan tahun baru jadi giat penertibannya sedikit kendur. kedepannya akan kita laksanakan kembali pemertiban dikawasan tersebut," jelasnya.(ksm)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

8 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

11 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

12 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

13 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

13 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

13 jam ago