Categories: Pekanbaru

Pihak Swasta Garap RTH Kaca Mayang

(RIAUPOS.CO) — Partisipasi pihak swasta dalam pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekanbaru mulai terealisasi. Sejak Senin (29/7), RTH Kaca Mayang jadi yang pertama akan digarap.
Pihak swasta yang merenovasi RTH Kaca Mayang ini adalah PT Karta, sebuah perusahaan advertising asal Jakarta. Renovasi meliputi beberapa bagian dari RTH. Nantinya setelah renovasi selesai akan dilakukan pengaturan terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang marak mangkal di sana.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah kepada Riau Pos, Rabu (31/7). ‘’Senin  baru dimulai. Pertama yang dikerjakan instalasi kelistrikan,’’ kata dia.
Di RTH itu, akan ditambah lampu dan penerangan. Selain itu, akan dipasang spot branding, tempat permainan hingga CCTV tambahan dan jaringan internet. RTH Kaca Mayang adalah aset Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru memiliki hak pengelolaan. ‘’Kita hak pengelolaan. Kita MoU dengan perusahaan ini. MoU-nya Pemko Pekanbaru, karena ada kaitan dengan smart city-nya,’’ tuturnya.
Di RTH tersebut nantinya akan bebas dari PKL. Hal ini berlaku sepanjang waktu. ‘’Sepanjang waktu, tidak ada yang boleh jualan. Ini akan kita koordinasikan penertiban nanti,’’ imbuhnya.
Secara umum, Pemko Pekanbaru memiliki empat titik lahan yang berpotensi menjadi RTH. Pembangunan RTH di lokasi-lokasi itu kini dijajaki dengan menggandeng pihak swasta.
Lokasi empat titik lahan ini terletak di waduk dekat Terminal AKAP, Jalan Labersa, Simpang Jalan Srikandi dan Jalan Tuanku Tambusai Ujung. Empat titik lahan ini adalah milik pemko di luar RTH aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang dikelola Pemko Pekanbaru. ‘’Ada beberapa titik lahan pemko. Sesuai arahan Pak Wako Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, kami menjajaki partisipasi pihak swasta untuk membangun,’’ sebut dia.
Sebelumnya, Wako Pekanbaru Firdaus memang sempat memberikan arahan pada Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Dia meminta agar bisa meniru kota-kota besar yang berhasil menarik dana swasta untuk membangun taman di tengah kota. Dengan partisipasi dana swasta, APBD dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih memerlukan. Di Pekanbaru, dalam capaian indikator daerah tahun 2018 lalu, persentase luas RTH belum menggembirakan. Dari target 4 persen, realisasi hanya 1,4 persen.(rnl)

Laporan M Ali Nurman, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

4 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

5 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

5 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago