Seorang pembeli memilih cabai di Pasar Dupa, Pekanbaru, Senin (24/2/2025).
KOTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang memasuki bulan suci Ramadan 1446 H, harga sejumlah bahan pokok di Kota Pekanbaru mulai melambung, khususnya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan kentang.
Pantauan Riau Pos, Senin (24/2) di beberapa pasar tradisional di Kota Bertuah, seperti Pasar Dupa Kencana dan Pasar Agus Salim, harga cabai rawit merah kini semakin pedas menembus Rp80.000 per kilogram (kg). Begitu juga dengan cabai rawit hijau yang dijual Rp70.000 hingga 75.000/kg, cabai merah Rp65.000-Rp70.000/kg dari harga sebelumnya sekitar Rp45.000-Rp50.000/kg.
Sementara harga bawang merah berkisar Rp40.000/kg, naik dari harga sebelumnya Rp30.000-Rp35.000/kg tergantung ukuran. Harga bawang putih Rp35.000/kg, ikan nila Rp40.000/kg, patin Rp25.000/kg, lele Rp25.000/kg, udang Rp70.000/kg, telur ayam Rp50.000-Rp60.000/papan (30 butir) tergantung ukuran.
Seorang pedagang Rika (36) mengatakan, harga cabai setiap tahun jelang perayaan hari besar keagamaan selalu mengalami kenaikan. Namun kali ini kenaikan bukan hanya karena jelang Ramadan saja. Tetapi pasokan dari petani dan distributor yang terbatas. Ditambah cuaca yang tidak mendukung proses panen.
”Dengan permintaan yang akan meningkat menjelang Ramadan, harga cabai diprediksi masih akan terus naik,” lanjutnya.
Sementara itu, pedagang sayur bernama Ridwan (39) mengatakan, kenaikan harga sayuran saat ini terjadi pada komoditas kentang yang dijual Rp18.000/kg dari sebelumnya berkisar Rp16.000/kg. Lalu wortel yang naik menjadi Rp17.000/kg sebelumnya Rp16.000/kg. Buncis juga mengalami kenaikan yaitu mencapai harga Rp17.000/kg dari sebelumnya Rp15.000/kg.
”Naiknya harga bukan karena pasokan dari petani yang kurang karena gagal panen tapi banyak sayuran yang tak layak jual, karena rusak saat di perjalanan makanya harganya jadi naik. Mungkin pas pekan pertama Ramadan harganya masih tinggi juga,” ujarnya.
Di sisi lain, ibu rumah tangga Azelia (33) berharap pemerintah bisa menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan juga saat Hari Raya Idulfitri nanti.
”Semua harga naik, sedangkan gaji tetap. Jadi kami agak kesulitan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Kalau bisa harganya lebih terjangkau lagi apalagi sekarang mau Ramadan dan Idulfitri,” keluhnya.
Menanggapi hal ini, Penjabat Sekertaris Kota (Pj Sekko) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengungkapkan bahwa siklus tanam dan kondisi cuaca menjadi faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi harga bahan pokok di Kota Pekanbaru.
”Kami melihat ada korelasi antara siklus tanam dan harga. Jika pasokan melimpah, harga cenderung stabil atau bahkan turun. Namun, ketika produksi berkurang, harga otomatis akan naik,” jelasnya.
”Biasanya, menjelang ramadan, permintaan akan beberapa komoditas tertentu meningkat. Hal ini wajar terjadi dan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga pasar,” tambahnya.
Pihaknya memastikan bahwa pasokan bahan pokok di Pekanbaru masih aman dan terkendali dan pemerintah kota Pekanbaru meminta dinas terkait berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga.
”Kami terus memantau ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Hingga saat ini, pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.(ayi)
IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…
Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…
Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…
Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…