Categories: Metropolis

Penitipan Makanan untuk Napi Meningkat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejak membuka layanan penitipan makanan pada awal Ramadan 1445 Hijriah ini, Lapas Kelas II A Pekanbaru terlihat lebih sibuk dari biasanya. Terutama pada siang hingga sore hari.

Seperti pada Senin (18/3), sejak siang sejumlah petugas sidah sibuk menerima dan memeriksa makanan  yang dititipkan oleh keluarga maupun kerabat para napi.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Sapto Winarno menyebutkan, sarana penitipan makanan ini bagian dari pelayanan pihaknya.

”Hal ini merupakan bentuk pelayanan yang kita berikan bagi mereka yang berpuasa untuk mencicipi makanan yang diberikan oleh keluarga nya di rumah. Terutama menu-menu khas selama bulan puasa,” ucapnya.

Para napi yang terobati rindunya atas masakan dari rumah merupakan bagian dari pembinaan dan dukungan dari keluarga bagi para napi. Maka Sapto memastikan pihaknya berupaya agar pelayanan ini diberikan secara maksimal.

”Ini melibatkan seluruh petugas admistrasi kantor sebagi tambahan personel dalam melayani berbagai macam paket makanan dan barang yang dititipkan oleh keluarga dan kerabat dari warga binaan. Memang terjadi peningkatan di banding hari biasa,” kata Sapto.

Sapto juga memastikan standar keamanan layanan  penitipan ini. Setiap paket makanan dan barang yang dititipkan akan diperiksa secara ketat oleh petugas. Hal ini untuk mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam Lapas.

Kegiatan layanan penitipan paket makanan dan barang ini sendiri dibuka sesuai waktu yang telah ditentukan. Yaitu mulai pukul 14.30 WIB siang  hingga pukul 17.00 WIB sore setiap harinya.

”Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian dari lapas terhadap kesejahteraan psikologis para warga binaan, yang seringkali merindukan makanan keluarga terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan. Diharapkan dengan adanya layanan penitipan makanan keluarga ini, semangat kebersamaan dan spiritualitas Ramadan dapat terus terjaga,” tutup Sapto.(end)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

13 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

14 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

14 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 hari ago