Petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru memeriksa makanan titipan untuk para napi, Senin (18/3/2024). (Humas Lapas pekanbaru untuk riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejak membuka layanan penitipan makanan pada awal Ramadan 1445 Hijriah ini, Lapas Kelas II A Pekanbaru terlihat lebih sibuk dari biasanya. Terutama pada siang hingga sore hari.
Seperti pada Senin (18/3), sejak siang sejumlah petugas sidah sibuk menerima dan memeriksa makanan yang dititipkan oleh keluarga maupun kerabat para napi.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Sapto Winarno menyebutkan, sarana penitipan makanan ini bagian dari pelayanan pihaknya.
”Hal ini merupakan bentuk pelayanan yang kita berikan bagi mereka yang berpuasa untuk mencicipi makanan yang diberikan oleh keluarga nya di rumah. Terutama menu-menu khas selama bulan puasa,” ucapnya.
Para napi yang terobati rindunya atas masakan dari rumah merupakan bagian dari pembinaan dan dukungan dari keluarga bagi para napi. Maka Sapto memastikan pihaknya berupaya agar pelayanan ini diberikan secara maksimal.
”Ini melibatkan seluruh petugas admistrasi kantor sebagi tambahan personel dalam melayani berbagai macam paket makanan dan barang yang dititipkan oleh keluarga dan kerabat dari warga binaan. Memang terjadi peningkatan di banding hari biasa,” kata Sapto.
Sapto juga memastikan standar keamanan layanan penitipan ini. Setiap paket makanan dan barang yang dititipkan akan diperiksa secara ketat oleh petugas. Hal ini untuk mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam Lapas.
Kegiatan layanan penitipan paket makanan dan barang ini sendiri dibuka sesuai waktu yang telah ditentukan. Yaitu mulai pukul 14.30 WIB siang hingga pukul 17.00 WIB sore setiap harinya.
”Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian dari lapas terhadap kesejahteraan psikologis para warga binaan, yang seringkali merindukan makanan keluarga terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan. Diharapkan dengan adanya layanan penitipan makanan keluarga ini, semangat kebersamaan dan spiritualitas Ramadan dapat terus terjaga,” tutup Sapto.(end)
Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…
Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…
Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…